Kabaroposisi.net (Banyuwangi).
Persoalan Narkoba dan Pergaulan bebas sepertinya dianggap hal yang sangat serius oleh Pemerintah Desa ( Pemdes ) Singolatren untuk disikapi. Oleh karenanya Rabu malam Kamis 25/12/2019 Pemdes Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Gelar “Penyuluhan Pencegahan Narkoba Dan Pergaulan Bebas Di Kalangan Pemuda”.
Kades Singolatren Apandi dalam sambutannya selaku penyelenggara menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut. Yang pertama membangun kekuatan, kebersamaan, kekompakan, dan menyambung tali silaturrahmi. Antara tokoh masyarakat, tokok agama, pamuda, dan Pemerintah Desa. Ke dua Kades mengakak semua untuk berkolaborasi membuka komunikasi dalam hal menyikapi hal – hal penting terutama persoalan penanggulangan pemuda dan remaja dari narkoba dan pergaulan bebas.
“Kegiatan “Penyuluhan Pencegahan Narkoba Dan Pergaulan Bebas Di Kalangan Pemuda ” sengaja dianggarkan tiap tahun. Tak lain hanya demi anak – anak muda Desa Singolatren supaya tidak teropsesi oleh budaya konsumsi miras juga pengedar narkoba dan obat – obatan terlarang serta pergaulan bebas yang bisa menghancurkan masa depan mereka karena mental dan sarafnya rusak tidak bisa berfikir normal lagi” ungkapnya.
Selanjutnya Kades Apandi menghimbau tokoh agama, tokoh masyarakat bekerjasama mengawasi prilaku pemuda dan remaja agar tidak terjerumus pada prilaku yang berdampak resiko negatif pada diri sendiri dan orang lain.
Sementara Bripda Puguh Prayogo selaku Bhabinkamtibmas juga pemateri menjelaskan apa itu Narkoba berikut dampak – dampaknya.
“Narkoba adalah barang terlarang baik yang sintetis maupun yang semi sintetis berbentuk seperti tembakau yang disebut ganja atau juga yang berbentuk kristal warna putih dan sejenis pil trek akibatnya akan merusak pikiran prilaku kepada teman dan keluarga. Penyebanbnya adalah akibat pergaulan bebas dikalangan pemuda. Pada umumnya kita jangan terpancing pemberian uang atau barang. Biasanya seorang pengedar yang specialis akan memanfaatkan pemuda yang tidak mengetahui bahkan juga terpancing dengan pemberian uang dan barang. Padahal itu resikonya sangat besar dan rawan sekali”, jelasnya.
Sedikit jadi hidup acara penyuluhan tersebut karena ada sesen tanya jawab dengan harapan materi yang diaampaikan narasumber benar – benar difahami. Acara ditutup dengan doa yang dipandu oleh Ustad Bahrin tokoh agama dari Dusun Pengastulan. (rh35).
