KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Bertempat di Rumah Makan MILA Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Selasa 15/09/2020. Berlangsung pertemuan para Kelompok Tani, Ketua HIPPA se Kecamatan Muncar, Poktan dan HIPPA Kecamatan Cluring dengan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, SH.
Diketahui bahwa Michael Edy Hariyanto, SH selain selaku Ketua KTNA juga selaku Ketua DPC Partai Demokrat dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi Demokrat. Turut hadir bersama Michael diantaranya Julisetyo PR (Sek. DPC Partai Demokrat), Ricco Antarbudaya (Anggota Fraksi Demokrat).
Acara yang berlangsung sekira pukul 09:00 Wib dipandu langsung oleh Sekertaris KTNA Kabupaten Banyuwangi yaitu Ali Mukhsin. Dalam mukaddimahnya Ali Mukhsin menyampaikan bahwa pertemuan digagas dalam rangkan merespon keluhan petani terkait pengairan dan kelangkaan pupuk subsidi. Pada kesempatan tersebut Ali Mukhlis memberikan ruang kepada para hadirin untuk menyampaikan aspirasinya kepada Ketua KTNA yang kebetulan adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi.
Menurutnya bahwa mayoritas di Banyuawangi penduduknya 70 persen hidupnya adalah dari bertani. Kalau Pemerintah mau fokus memikirkan petani dan pertanian di Banyuwangi maka hidup masyarakat akan bisa sejahtera. Oleh karenanya, ingin memperjuangkan pertanian Michael mengaku mau jadi Ketua KTNA.
“Itulah kadang-kadang di Partai Politik tidak memikirkan kebaikan rakyat, tapi untuk kebaikan kelompoknya yang diutamakan. Yang tidak sesuai dengan kelompoknya dan dianggap merugikan ya dihabisin”, cetusnya.
Setelah jadi DPR pun Perda tentang Pertanian termasuk tentang penggunaan pupuk organik diusulkan lagi. Ternyata sama, gagal tidak direspon bahkan dikroyok habis-habisan, dikira hanya untuk kepentingan Michael dan Partai Demokrat. Padahal sudah dijelaskan bahwa Perda tersebut untuk kepentingan peningkatan pertanian di Banyuwngi. Tak hanya itu Michael karena dicurigai agar laku pupuk organiknya. Terpaksa harus menutup pabrik pupuk organik miliknya yang bernilai milyaran supaya tidak dicurigainya.
Michael menegaskan dihadapan hadirin, siapapun akan jadi Bupati Banyuwangi ke depan harus punya program yang bisa membantu petani. Salah satunya adalah program pemberian pupuk organik secara gratis kepada petani. Petani di Banyuwangi tidak bisa meningkat hasil pertaniannya kalau tidak ada program penggunaan pupuk organik. Tanah pertanian yang ada di Banyuwangi sudah tidak mampu lagi produksi dengan baik karane kandungan organiknya kurang.
Masalah pupuk menurut Michael adalah rawan bagi petani karena petani tidak tahu. Karena subsidi pupuk oleh Pemerintah dipotong 51 %, Jawa Timur dipotong 51 %, ini kalau tidak diatasi akan rawan. Bahkan karena itu Michael mengaku kontak kepada Gubernur Khofifah masalah pupuk tersebut. Minta tolong agar pupuk di Banyuwangi ditambahi subsidinya supaya petani Banyuwangi tidak hancur. Langkah Michael berikut koordinasi dengan Ketua DPR akhirnya bersurat ke Provinsi sampai ke Kementerian dapat bantuan hanya 8 ribu. Kebutuhan pupuk subsidi di Banyuwangi sebanyak 66 ribu ton hanya diberi 30 ribu ton ditambah 8 ribu ton akhirnya dapat 38 ribu ton.
Setelahnya, acara diteruskan dengan dialog dan tanya jawab. Hadirin yang berkesempatan menyampaikan semua keluhan-keluhan dan aspirasinya kepada Michael baik selaku Ketua KTNA maupun selaku Wakil Ketua DPRD Banyuwangi. (r35)
