KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI –Perwakilan Masyarakat Desa Badean Kecamatan Blimbingsari dan Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, Kamis (17/09/2020) hadiri undangan acara Reses 2 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Demokrat dr. Agung Mulyono.
Michael Edy Hariyanto, SH dalam sambutanya menyampaikan kepada hadirin agar jangan segan dan malu untuk mengusulkan apa yang diinginkan oleh masyarakat Badean untuk memajukan Desanya.
Sebelum masuk siesen serap aspirasi, dr. Agung Mulyono sapa hadirin awali dengan menghimbau masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan sehubungan dengan waspadai penularan Covid 19. Karena menurut dr. Agung klaster baru tidak hanya terjadi di tempat umum dan perkantoran, tapi sudah terjadi di lingkungan keluarga.
Selanjutnya dr. Agung Mulyono menyampaikan sebuah program yaitu program Desa Binaan (DEBI) yaitu desa yang akan dibina dengan menerima bantuan secara berturut-turut untuk memajukan tarap hidup masyarakat, kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial serta pembangunan di desa binaan tersebut.
Masuk di siesen serap aspirasi masyarakat, pertama disampaikan oleh Saihu ketua BPD Desa Badean keluhkan hasil panen Ketela rambat (Sabrang) dari para petani, yang mana harga perkilonya sangat menurun dan minim sekali. Saihu mewakili para petani memohon agar kepada DPR Kabupaten/Provinsi untuk memberikan pencerahan agar harga bisa normal kembali. Kedua Saihu Ketua BPD memohon agar para pelaku UMKM agar dijadikan Desa Binaan.
Disambung oleh Mahbub memohon bantuan keramba apung, Kambing, Sapi dan alat alat olahraga bagi kelompok pemuda Badean. Mahbub juga usulkan bantuan Modal Usaha Perempuan usaha kecil keliling (Pet-empet). Dan terakhir usulan pavingisasi disalah satu tempat ibadah.
Aspirasi dan usulan dari perwakilan masyarakat Badean mendapat respon positif dari dr. Agung Mulyono. Menjawab hal tersebut dr. Agung menyampaikan,
“Terimakasih atas usulanya, jadi untuk UMKM nantinya akan diberikan bantuan modal kepada Bumdes untuk mengelola dan memberikan pinjaman modal kepada pelaku UMKM. Untuk permohonan bantuan Kambing agar segera membentuk kelompok dan diajukan kepada DPRD Kabupaten Fraksi Demokrat Michael Edy Hariyanto atau melalui Sekretaris DPC Demokrat. Saya harap untuk bantuan Kambing dan sapi agar benar benar mencari orang yang sudah pernah sukses dan ahli di bidang peternakan dengan tujuan supaya berkembang dan membuahkan hasil. Sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian Bapak/Ibu sekalian,” kata dr. Agung.
“Jika ingin pertanianya dapat panen yang baik saya sarankan agar pakai pupuk nonsubsidi jangan menunggu pupuk Subsidi, karna Pupuk subsidi sudah habis. Jatah Pemerintah sudah habis. Jatah Kabupaten Banyuwangi yang biasanya 66 ribu ton tapi tahun ini hanya mendapat jatah 38 ribu ton,” kata Michael.
Masih sambung Michael, “Saya nanti akan membuat percontohan dengan tanam padi pakai pupuk nonsubsidi dengan pupuk yang berimbang supaya produksinya naik. Jangan pakai pupuk Urea saja dan saya sarankan pakai pupuk Organik dan pupuk kandang,” tambahnya.
Seusai Reses di Desa Badean tiba giliran di Desa Karangbendo yang bertempat di Dusun Bades. Namun karena acara Reses dilaksanakan selepas Sholat Isya’ hanya dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, SH dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Banyuwangi Julisetyo Puji Rahayu dan para undangan yang hadir.
“Awalnya kami sampaikan Desa kami ini adalah Desa tertinggal. Alhamdulillah sekarang mengalami kemajuan pesat disamping dari Pemerintah melalui DD/ADD ini semua juga tidak teelepas atas bantuan dan sumbangsih dari Bpk. Michael Edy Hariyanto, SH.,” ucap Budiharto.
Pada kesempatan reses 2 DPRD Provinsi Jatim Fraksi Demokrat sebuah usulan dari Kades Karangbendo memohon agar di salah satu titik berupa jalan tembus menuju Dusun Pancoran untuk kiranya bisa di aspal dengan estimasi ukuran panjang 1000 meter dan lebar 3 meter. Kedua perbaikan Musholah dan Bantuan Modal kepada pelaku UMKM di Desa Karangbendo.
“Saya harap apa yang menjadi usulan dan permintaan agar segera dibuatkan surat pengajuan, titik titik mana saja yang diusulkan segera ditulis dan diserahkan dengan catatan utamakan yang bersifat emergency ( mendesak sekali),” Tutur dr. Agung Mulyono. (ktb)
