KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Seluruh Ketua KTNA se Kabupaten Banyuwangi Rabu 28/10/2020, berkumpul di Aula Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL) Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi. Dalam rangka Rembug Paripurna Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banyuwangi. Yang agenda utamanya adalah pemilihan Ketua KTNA Banyuwangi periode 2020 – 2025.
K
“Katanya Pemerintah memikirkan pertanian, tapi kenyataannya dengan KTNA dengan HKTI pun dan yang lainnya. Saya lihat tidak ada kerjasama yang baik. Dan setelah saya jadi anggota DPR saya mulai lagi koordinasi dengan Dinas Pertanian, tetapi responnya sampai sekarang tidak ada”, keluh Michael.
Ke depan Michael bertekad akan menggunakan kekuatannya sebagai anggota dan juga sebagai salah satu pimpinan di DPRD. Akan kerja keras berjuang bagaimana pertanian di Banyuwangi maju.
Berikut sidang Rembug Peripurna Daerah KTNA Kab. Banyuwangi dengan agenda utama pemilihan Ketua KTNA Kab. Banyuwangi periode 2020-2025 pun dimulai yang dipandu oleh Ali Muhsin. Singkat cerita hasilnya adalah secara aklamasi hadirin peserta sidang menunjuk Michael Edy Hariyanto, SH selaku Ketua KTNA Kab. Banyuwangi kembali. Yang selanjutnya setelah dibacakan surat keputus dilakukan pengukuhan pengurus oleh Ketua KTNA Provinsi Jawa Timur.
Jadi sedikit menarik ternyata dalam struktur pengurus KTNA yang ditunjuk oleh Pengurus terpilih didapuk selaku Dewan Pembina Bupati Banyuwangi, dan selaku Ahli Andalan di organisasi KTNA Kab. Banyuwangi adalah Yusuf Widyatmoko, S. Sos.
Sementara dari pengurus KTNA Provinsi Jawa Timur Suyanto, pasca pengukuhan berkenan memberikan sambutan. Suyanto katakan bahwa proses pemilihan pengurus KTNA Banyuwangi berjalan dengan baik dan tidak melanggar garis AD/ART organisasi. Suyanto berharap dan yakin bahwa dengan tepilihnya Michael selaku Ketua akan bisa membawa petani di Banyuwangi lebih baik.
Sedikit sentil Pemerintah, Suyanto katakan bahwa Pemerintah pada saat ini sudah tidak berpihak lagi kepada petani. Padahal pertanian hal yang sangat penting diperhatikan. Kalau buruh mogok kerja masih bisa dikendalikan, tapi kalau petani yang mogok dan tidak ada pangan bisa mati kelaparan.
“Tolong di Banyuwangi ini jadikan pemimpin yang peduli terhadap petani, pemimpin yang berpihak kepada petani. Insyaallah pertanian akan lebih baik apabila Pemerintah selalu hadir perhatikan kebutuhan petani”, lontarnya disambut tepuk tangan hadirin. (r35).
