KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Dalam beberapa waktu setiap terjadi hujan deras, jalan raya yang menghubungkan Desa Singojuruh dengan Desa Padang dan Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Terjadi genangan menjelma jadi saluran air bak sungai.
Lantaran hal tersebut tak ayal bila pengendara kendaraan dari dua arah harus berhati-hati dan kurangi kecepatannya. Karena luapan air dari area persawahan membawa material sampah, pasir, dan batu-batu kecil (kerikil) yang bisa menyebabkan kecelakaan.
“Saya sudah mengusulkan tanggul di atas yang berjarak 100 meter dari jembatan harus ada pintu pengatur debit airnya. Biar air gak los menuju ke timur semua, yang notabenenya itu aliran irigasi tersier. Ada Tanggul tapi belum ada pintu pengaturnya mas, saya pernah cek lapangan cuma fotonya saya lupa disimpan di mana, biar ada acuan pembangunan Dinas Pengairan. Kalau Tanggul di atas ada pintunya, bisa diarahkan ke saluran irigasi sekunder yang mengarah ke Desa Padang”, tutur Sekdes Habiby.
Lanjut menurut Habiby, sebenarnya gorong-gorong mampu menampung debet air asal diatas ada Tanggul pengatur saluran. Dan itu opsinya jika gorong-gorong tidak diganti dengan yang dimensi lebih besar.
Sementara Rokky Ketua HIPPA Desa Singojuruh dalan keterangannya mengatakan luapan air ke jalan raya disebabkan karena gorong-gorongnya terlalu kecil. Ketika ditanya apakah tidak ada Tanggul pengatur saluran tersier ?, Rokky menjawabnya ada, tapi kendalanya pintu buka tutup Dam tidak ada.
“Iku Gorong2 e keciliken mas (itu gorong-gorongnya kekecilan mas), Tanggulnya ada mas, tapi kendalanya Damnya buka tutup pintu gak ada”, kata Rokky. (r35).
