Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Masa pandemi Covid-19 berikut pemberlakuan pembatasan aktivitas, memaksa pergerakan ekononi melemah. Sementara kebutuhan masyarakat dalan kondisi apapun harus terpenuhi untuk bisa bertahan hidup.
Setelah sukses dengan “Kampung Tangguh Semeru” seolah menjawab konsekwensi dari salah satu Pos Pok Tangguh yaitu “Pok Tangguh Ekonomi”. Menciptakn kegiatan “Pasar Tradisional Pertelon Wijenan” yang dilaunching perdana hari ini Senin 1 Maret 2021.
“Dalam geiatan ini kami rangkul Pemuda Ansor dan Ramaja Masjid. Tentu menciptakan kegiatan Pasar Tradisional di masa pandemi sedikit beresiko kalau kita tidak ketat menerapkan Protokol Kesehatan. Oleh karena itu kami siapkan petugas khusus dari Ansor, Ramaja Masjid. Dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, juga Trantib Kecamatan Singujuruh dalam penegakan Protokol Kesehatan kepada pengunjung yang datang”, ungkap Kades Apandi.
“Yang jelas kami menginginkan ekonomi masyarakat bergerak, di masa pandemi ini kita sepakat kesehatan sangat penting demi aman dari Covid-19. Tetapi harus kita sadari bahwa kebutuhan hidup masyarakat tiap hari juga tak kalah penting dan hukumnya wajib terpenuhi. Kalau masalah kenapa kami pilih tempat di Pertelon Wijenan ini ada historisnya. Dahulu sejak sebelum kemerdekaan, Pertelon Wijenan ini pernah jadi Pasar dan ramai dijamannya. Sehingga kami meyakini kalau Pasar kita buat di tempat ini akan hidup dan ramai, sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat”, pungkasnya.
Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto, S.STP.,M.Si dimintai komentarnya tentang kegiatan “Pasar Tradisional Pertelon Winjenan”, menuturkan.
“Yang pasti kami mengapresiasi inisiatif dari Pemerintah Desa Singolatren, hanya saja supaya tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Kami tekankan untuk tegas menerapkan Protokol Kesehatan baik kepada para pelapak maupun pengunjung. Semoga saja Pasar ini bisa berjalan dengan baik, sehingga bisa jadi sentra ekonomi masyarakat”, tutur Camat Tri.
Pantauan media karena memang lokasi Pasar Tradisional Pertelon Wijenan berada pada jalur raya padat lalu-lalang kendaraan. Pemuda Ansor dan Remaja Masjid dibantu aparat betul-bentul ekstra kendalikan hilir mudik kendaraan. (r35).
