Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI ,- Jalan raya penghubung Desa Singojuruh, Desa Padang, Desa Singolatren dan sekitarnya. Pada pemberitaan sebelumnya diberitakan telah dilakukan penambalan menggunakan tanah urug atas partisipasi dari komunitas tertentu. Yang mana tujuannya demi keselamatan warga pengguna jalan agar lancar dan tidak ada kubangan pada badan jalan.
Bak gayung bersambut benar adanya, Selasa 02/03/2021 beredar Video di salah satu grup WhatsApp di lokasi yang sama, sekira pukul 13:30 Wib ada pengguna jalan alami kecelakaan. Terdengar suara dari salah satu warga yang hendak menolong mengatakan bahwa sebelumnya juga ada kejadian, ” mau yo onok teluan (tadi juga ada tiga).
“Disayangkan sekali Pemerintah melalui Dinas terkait tidak merespon kondisi jalan rusak di wilayah Kecamatan Singojuruh. Setidaknya dilakukan penambalan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Apalagi jalan ini adalah akses utama kegiatan masyarakat, ke sekolah dan kantor-kantor pemerintahan. Masak mau lakukan pemeliharaan setelah ada kecelakaan saja “, ungkap “TFQ” yang diketahui juga aktif di salah satu LSM tertentu di Banyuwangi itu.
Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto, S.STP.,M.Si saat dimintai tanggapannya terkait jalan rusak yang jadi penyebab kecelakaan pengguna jalan. Kepada media mengaku akan diupayakan ke Dinas terkait untuk dilakukan penambalan. Di kesempatan yang sama, kebetulan di kantor Kecamatan ada juga Sekdes Singojuruh Habiby, Camat Tri pun seketika itu minta kepada Sekdes Singojuruh untuk membuat surat ke Dinas mengajukan penambalan jalan.
Sementara dari unsur Pemerintah Desa Singojuruh dalam hal ini Sekdes Singojuruh Habiby, dikonfirmasi mengaku sudah melaporkan kondisi kerusakan jalan tersebut ke Kepala UPT Rogojampi.
“Awal bulan Januari sudah kami laporkan mas, dengan pak kepala UPT Rogojampi, kan di PU Bina Marga ada progam URC (Unit Reaksi Cepat) khusus penambalan jalan. Ya harusnya perlu perhatian semua stakeholder yang ada mas, tidak hanya Pemdes saja”, tutur Sekdes Habiby. (r35).
