Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Respon salah satu Pimpinan DPRD Banyuwangi dari Fraksi Demokrat Michael Edy Hariyanto, SH terkait nasib 331 Tenaga Harian Lepas (THL) yang diputus koktrak. Mendapat dukungan dari Satgas Rajawali 25 Kabupaten Banyuwangi.
Hal tersebut disampaiakan oleh H. Fahrurrozy AG selaku Ketua Satgas Rajawali 25 Kabupaten Banyuwangi. Yang mana dalam pernyataannya disampaikan ke media Jumat 28/5/2021 H. Fharurrozy AG mengatakan.
“Kami atas nama Pimpinan Rajawali 25 Kabupaten Banyuwangi, ikut prihatin dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita THL”, ucapnya.
Lebih jauh lagi Fahrurrozy katakan bahwa semula para THL mendapatkan janji-janji manis. Tetapi ternyata sampai sekarang belum ada kepastian nasib kapan dipekerjakan. Sekilas Fahrurozy singgung soal program yang akan menciptakan lapangan pekerjaan. Tapi kenapa kata Fahrurrozy justru memutus kontrak THL besar-besaran.
“Kami sebagai Satgas Rajawali 25 akan ikut bersama Partai Demokrat memperjuangkan nasib para THL. Kami juga siap turun ke jalan bila sampai tuntutan mereka tidak dipenuhi. Di masa pandemi begini justru kita harus mengerti akan nasib rakyat kecil. Yang susah mencari pekerjaan bukan malah mempersempit bahkan mem PHK para THL. Sekali lagi, kami segenap Satgas Rajawali 25 siap turun ke jalan sampai aspirasi para THL dikabulkan”, tegas dan pungkasnya.
Respon serupa akan nasib THL muncul dari yang menamakan diri Bintang Muda Indonesia (BMI). Demi kemanusiaan BMI siap ikut turun ke lapangan. Mewakili BMI, Faisol menyatakan siap turun ke jalan, apabila Bupati Banyuwangi tidak Segera merekrut kembali 331 THL untuk dipekerjakan.
“Menurut kami pemerintah sangat lamban dalam mengambil keputusan, padahal kala itu semua pimpinan DPRD telah merekomendasikan agar THL yang diputus kontrak segera untuk dipekerjakan kembali. DPRD itu adalah representasi dari rakyat, suaranya disidang hearing adalah menyampaikan aspirasi dan emban amanah rakyat”, ungkapnya.
Faisol berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam persoalan THL ini, kedepankan rasa kemanusiaan dan keadilan. Dan Faisol juga meminta agar DPRD menekan kembali kepada Pemerintah perjuangkan aspirasi rakyat (THL). Ditutupnya dengan mengatakan demi menjaga marwah DPRD di mata masyarakat. (r35).
