Pengurus HIPPA Desa Cantuk, Adukan Dugaan Adanya Pengrusakan Saluran Air Ke Camat

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Lagi-lagi soal dampak kegiatan penambangan pasir (galiam c) menghiasi pemberitaan di media. Senin 1/11/2021 Supriyadi Warga Dusun Rampan Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Yang akunya sebagai salah satu pengurus Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), menghadap Camat Singojuruh di Katornya.

Supriyadi saat dikonfirmasi ada keperluan apa menghadap Camat Singojuruh, kepada media menyampaikan.

“Mengadukan pengrusakan saluran air PA saluran sekunder dan saluran tersier oleh penambang. Penambang ini memang nambang di sawahnya sendiri tapi di sawahnya itu ada saluran sekunder dan tersier PA Wuni dan PA Ketapang. Dan potensi pasirnya lebih besar tapi owangan dientekaken (saluran dihabiskan) tanpa ada koordinasi dengan pengurus HIPPA juga pihak Dinas Pengairan”, jelasnya.

Supriyadi juga katakan bahwa terkait hal tersebut sudah dilakukan mediasi dirapatkan di kantor desa. Hasil dari mediasi ditarik kesepakatan selama belum dibangun saluran yang lebih baik, saluran utama tidak boleh dibongkar.

Pada dasarnya Supriyadi menyampaikan bahwa dirinya tidak menolak adanya kegiatan tambang. Yang jadi persoalan adalah tentang pengrusakan saluran air pertanian karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Saya tidak menolak adanya tambang itu, yang jelas yang saya persoalkan pengrusakan saluran itu karena menyangkut hajad hidup orang banyak”, tegasnya.

Ketika ditanyak kenapa tidak dilaporkan saja ke Polisi pengrusakan tersebut..? Supriyadi menjawab untuk sementara ditempuh jalur mediasi melalui Kecamatan dan para pihak yang terkait dulu. Di kesempatan itu Supriyadi juga tunjukkan foto-foto saluran air yang diduga telah dilakukan pengrusakan oleh pihak penambang.

Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto, S.STP., M.Si membenarkan adanya warga yang notabenenya Pengurus HIPPA Desa Cantuk menghadap dirinya. Menanggapi hal tersebut Camat Trisetia akan mendalami dulu duduk persoalannya dan akan dikoordinasikan dengan para pihak yang terkait.

“Untuk sementara kita terima dulu keluhannya dan kita dalami duduk persoalannya, berikut akan kita koordinasikan dengan para pihak yang terkait mas”, ujarnya.

Kades Cantuk H. Masbudi dalam keterangannya mengatakan bahwa beberapa waktu sebelumnya ada beberapa orang petani menemui di rumahnya. Tentang adanya pengrusakan saluran Kades mengaku kaget dan belum mengetahuinya.

“Kapan hari ada beberapa petani datang ke rumah, menyampaikan adanya rencana pemindahan saluran oleh pihak penambang. Karena itu kita rapatkan secara formal di kantor dan disepakati tidak masalah dilakukan pemindahan saluran tapi harus bersurat ke Dinas Pengairan melalui Korsda dulu untuk mendapatkan rekom. Kemudian kok ternyata ada pengrusakan saluran oleh penambang justru saya kaget dan belum mengetahuinya. Kalau ini benar terjadi ya pantas saja ada yang protes karena belum ada rekom atau tanpa sepengetahun dari Dinas Pengairan”, ungkap Kades Masbudi.

Sementara sampai dilansirnya berita ini dari pihak Korsda Pengairan Singojuruh, dikonfirmasi belum memberikan tanggapannya. (r35).

Pos terkait