Bangunan Irigasi Ambrol Resahkan Warga, Hendik Keriwul Angkat Bicara

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Melalui selulernya (WhatsApp) Hendik warga Desa Songgon Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Selasa 21/12/2021 lalu menyampaikan informasi terkait bangunan saluran irigasi disebutnya milik Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi berlokasi di sungai Sumber Kajar Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon yang sudah dalam kondisi rusak parah.

Proyek saluran irigasi bernilai ratusan juta rupiah tersebut diketahui oleh Hendik dan warga dari papan nama kegiatan dipercayakan pengerjaannya pada salah satu rekanan/CV di Banyuwangi. Dikonfirmasi lebih lanjut Tokoh yang juga Aktivis berjuluk si “Keriwul” itu, kepada awak media menyampaikan;

“Bangunan saluran irigasi ini dilihat dari papan nama milik Dinas Pengairan yang dikontraktualkan pengerjaannya belum lama selesainya, kurang lebihnya 5 atau 6 bulanan yang lalu. Tapi sekarang sudah terlihat hancur, ini jelas ada yang kurang beres baik dari sisi tehnis maupun speksifikasinya”, ujarnya dengan sedikit nada bertensi.

Pasalnya menurut si “Keriwul” dari awal diketahui banyak hal yang kurang pas dalam pengerjaannya, diantaranya diketahui tidak menggunakan Molen sehingga diragukan kwalitas campurannya. Diduga ada pasangan/bangunan lama yang hanya ditinggikan dan hanya difinishing (disetrik) seolah-olah terlihat seperti bangunan baru. Hendik si “Keriwul” juga pertanyakan sejauh mana tingkat pengawasan dari Pihak Dinas yang membidanginya.

“Yang jelas patut dipertanyakan juga sejauh mana petugas dari Dinas terkait yang membidangi dalam hal melakukan pengawasan terhadap setiap pengerjaan proyek yang menggunakan uang rakyat ini. Saya berharap pihak Dinas maksimal dalam mengawal dan mengawasi setiap pengerjaan proyek, tidak asal adakan proyek kalau hasilnya yang disuguhkan kepada masyarakat seperti itu, terlalu”, lanjutnya.

Masih geber Hendik “Keriwul”, proyek saluran irigasi yang rusak kurang lebih sepanjang 10 m, dan diduga  proyek tersebut ada oknum Dinas PU yang mengendalikan. Sehingga kwalitas bangunan kurang memenuhi sarat dari speks disebutnya “yang dibungkus seolah-olah memakai standart PU. Keluhnya, Masyarakat resah melihat anggaran dari daerah yang bernilai ratusan juta itu seharusnya bahus kwalitasnya.

“Ini irigasi aliran sungai kecil dan tidak pernah sama sekali ada banjir di lokasi, kalau cepat rusak berarti kontruksinya kurang beres. Jadi ambrolnya bangunan tersebut bukan karena deras atau debet aliran air di saluran. Kalau speksifikasinya bagus tidak akan terjadi ambrol dalan waktu sesingkat itu dan sangat mengagetkan warga”, imbuhnya.

Tak hanya itu kata “Keriwul”, dalan pengerjaannya tanpa kordinasi dengan pihak HIPPA setempat, sehingga membuat petani resah dikarenakan aliran sungai Sumber Kajar terbagi dua jalur.

“Dalam pengerjaannya tidak ada koordinasi dengan HIPPA, Petani dibuat resah karena sumber air Kajar terbagi dua jalur yaitu Kajar kanan dan Kajar kiri. Aliran irigasi yang saat ini kondisi rusak dan kering masuk jalur kajar kiri semua. Untung waktu kejadian tidak ada korban jiwa, karena di aliran sungai Sumber Kajar ini banyak anak-anak bermain dan mandi”, jelentrehnya.

Akhiri penyampaiannya Hendik “Keriwul” minta kepada Dinas Pengairan Banyuwangi untuk memerintahkan kepada pihak rekanan. Agar melakukan perbaikan total agar bangunan saluran irigasi tersebut tidak diragukan kualitasnya dan bisa dinikmati masyarakat dalam waktu yang lama.

“Saya harap Dinas tegur dan minta kepada pihak rekanan bertanggung jawab perbaiki total bangunan saluran ini sesuai spek dan RAB nya. Biar bisa dinikmati masyarakat dalam waktu yang lama. Kalau pengawasannya bagus tidak akan ada pengerjaan proyek pakai uang rakyat asal-asalan”, pungkasnya.

Sementara sampai dilansirnya berita ini dari pihak Dinas terkait sehubungan dengan insiden ambrolnya bangunan saluran irigasi yang diduga tidak sesuai speksnya itu, belum diperoleh konfirmasinya. (r35).

Pos terkait