KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Bertempat di area Pasar Tradisional Desa Singojuruh Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Selasa 28/12/2021, Forpimka Singojuruh gelar Yustisi penggunaan Masker.
Terlihat sebuah kolaborasi antara jajaran Forpimka Camat Bambang Santosa, Kapolsek Iptu Abd. Rohman bersama para Kanitnya, Danramil dalam hal ini diwakili Batuud Peltu Hadi Supaat berikut beberapa personilnya, dan Ko. Puskesmas Singojuruh H. A. Kundori beserta jajaran yang lain, menjadi sebuah Tim Work yang tangguh. Kegiatan juga didukung dari unsur Pemdes Singojuruh dalam hal ini Kades Suharto bersama beberapa perangkatnya.
Sebagaimana disampaikan Iptu Abd. Rohman (Kapolsek) Singojuruh, Yustisi Masker tersebut tetap akan dilakukan selama belum asa kepastian Indonesia betul-betul aman dari Covid-19.
“Yang jelas Yustisi Masker ini juga sosialisasi terkait Prokes tetap akan kita lakukan kepada masyarakat sebelum ada kepastian Indonesia betul-betul aman dari covid-19. Terlebih pada liburan Natal dan Tahun baru nanti, mobilitas masyarakat akan meningkat kemungkinan adanya kerumunan terjadi di beberapa tempat. Nah, kalau ini tanpa ada kontrol dari kita bisa jadi muncul kasus-kasus baru. Vaksinasi cukup membantu tapi lebih efektif lagi menggunakan Masker 80 % akan aman dari penularan virus covid”, tutur Kapolsek Singojuruh.
“Kami dari Koramil Singojuruh tetap akan proaktif kolaborasi dan sinergi bersama jajaran Forpimka juga Pemerintah Desa, mewaspadai dan antisipasi terjadinya kasus covid di wilayah Kecamatan Singojuruh. Kepada Babinsa-Babinsa kami tekankan untuk terus pantau pergerakan masyarakatnya dan aktif menginformasikan setiap masalah yang ditemukan di wilayah binaannya masing-masing”, sambung Peltu Hadi Supaat.
Salah satu pengguna jalan sebut saja Salamun yang terkena razia, sambil tertawa ringan mengatakan bahwa dirinya karena tergesa-gesa lupa menggunakan Masker. Tetapi menurutnya disadari bahwa apa yang dilakukan petugas adalah demi menyelamatkan dirinya.
“Ha ha ha…kulo kesusu (saya keburu-buru) wau mas (tadi mas) sampek lali (sampai lupa) ngangge masker (pakai masker). Tapi kulo sadar mas (tapi saya sadar mas) bapak-bapak niki (bapak-bapak ini) negur kulo krono ngeman kulo mas (negur saya karena eman kepada saya mas)”, ungkap Salamun dengan polosnya. (r35).
