KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Bertempat di kediaman Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Banyuwangi Emy Wahyuni Dwi Lestari Desa/Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Kamis 03/02/2022, berlangsung acara “Pengukuan Pengurus Forum Komunikasi Kyai Langgar (FOKKAL) wilayah dapil 4, meliputi Kecamatan Purwoharjo, Kecamatan Pesanggaran, Kecamatan Siliragung, Kecamatan Bangorejo, Kecamatan Gambiran, dan Kecamatan Tegalsari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekertaris DPC Partai Demokrat Banyuwangi Julisetyo Puji Rahayu, SH, KPP DPC Partai Demokrat Banyuwangi Iwan Rudiyanto, SH, Dewan Pertimbangan DPC Partai Demokrat sekaligus Pembina FOKKAL KH. Masykur Ali (Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina), Ketua FOKKAL Kabupaten Banyuwangi KH. Syaifuddin Zuhri, Bendahara FOKKAL Kabupaten Banyuwangi Abdul Malik dan tokoh penting Partai Demokrat lainnya.
Acara dipandu langsung oleh Sekertaris DPC Julisetyo Puni Rahayu, yang mana dalam pengantarnya atas nama DPC Partai Demokrat menyampaikan ucapan terima kasih atas bergabungnya puluhan Kyai Langgar di dapil 4 ke Forum Komunikasi Kyai Langgar (FOKKAL) binaan Partai Demokrat.
Jadi, lanjut KH Syaifuddin, yang selama ini Kiyai Langgar yang ada di Banyuwangi selama ini mungkin sedikit ada kesan termarginalkan. Atau belum tersentuh oleh kebijakan-kebijakan baik dari organisasi yang ada maupun Kebijakan dari Pemerintah. Maka dari itu dirinya dan para Kyai yang ada di tubuh Partai Demokrat, hadir untuk ikut memperhatikan dan mensejahterakan keberadaan Kyai Langgar berikut kegiatannya di wilayah masing-masing. Melalui sebuah organisasi bersama Partai Demokrat yang selanjutnya dinamakan Forum Komunikasi Kyai Langgar disingkat FOKKAL.
Berikut KH. Syaifuddin Zuhri sampaikan bahwa Forum Komunikasi Kyai Langgar (FOKKAL) dibawah binaan Partai Demokrat Banyuwangi. Mengusung tiga program prioritas untuk bisa menyentuh dan memberikan perhatian kepada Kyai Langgar, Masjid, dan Pondok Pesantren. Diantaranya disebutkan : Pertama Pemberdayaan ekonomi Kyai Langgar, Kiyai Masjid, dan Pondok Pesantren, Kedua Penguatan administrasi Langgar dan Masjid seperti misal kepengurusan Wakaf, ID Langgar/Masjid, maupun NSPP Pondok Pesantren, Ketiga penguatan akidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
Sekilas KH. Masykur Ali menjelaskan alasan-alasan dirinya bersama Kyai-Kyai yang lain di Banyuwangi bergabung di Partai Demokrat. Disebutnya tidak ujuk-ujuk dan tidak simsalabim tahu-tahu bergabung begitu saja. Diantaranya karena Partai Demokrat memiliki kesamaan garis politiknya dengan Nahdatul Ulama (NU) yaitu Nasionalis Religius. Nahdatul Ulama selama ini keberpihaknya pada kejujuran dan keadilan bukan pada kekuatan dan kekuasaan. Partai Demokrat dalam hal ini koalisinya tidak dengan kekuatan dan kekuasaan, tetapi koalisasinya dengan rakyat.
Tak hanya itu secara spesifik KH. Masykur Ali mengatakan ketertarikannya bergabung ke Partai Demokrat di Banyuwangi. Karena Ketua DPC nya Michael Edy Hariyanto inovasi program partainya, dan keberpihakanya lebih kepada soal kepentingan dan kesejahteraan rakyat juga Pondok Pesantren di Banyuwangi. Tanpa ragu KH. Masykur Ali mengatakan, bahwa baru kali ini ada partai yang secara khusus memberikan perhatian kepada Kyai Langgar. Sehingga untuk hal tersebut dibentuklah organisasi dengan kekhususan juga urusannya yaitu Forum Komunikasi Kyai Langgar (FOKKAL). (r35).
