KABAROPOSISI.NET |BANYUWANGI – Pada cara “Silaturrahmi dan Gesah Bareng” antara Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (ASKAB) dengan Kapolresta Banyuwangi Kombes. Pol. Deddy Foury Millewa, SH., S.I.K., M.I.K. Di halaman Kantor Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Jumat 15/7/2022. Diakui oleh para Kepala Desa yang hadir bahwa suasana keakraban dan keterbukaan sangat dirasakan.
Pencerahan yang disampaikan oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes. Pol Deddy Foury Millewa dengan intonasi dan gaya bahasanya yang sesekali berbumbukan guyonan itu. Membuat para Kepala Desa terkagum-kagum bahkan pada moment-moment tertentu harus lepas tawa seolah tidak ada beban tergelitik oleh bahasa guyonan Kapolresta. Awak mediapun merasakan kalimat-kalimat ungkapan Kombes. Pol. Deddy Foury Millewa, menginspirasi bagaimana berpikir, berkata-kata, dan bersikap yang positif dalam hidup.
Yang menarik penyampaian Kapolresta Banyuwangi ketika melontarkan kalimat yang dikutip dari apa yang pernah disampaikan tokoh dunia asal negeri India Mahatma Gandi,
“Kata-katamu akan menjadi perasaanmu, perasaanmu akan menjadi tindakanmu, tindakanmu akan menjadi kebiasaanmu, kebiasaanmu akan menjadi takdirmu”, yang kemudian disambung lagi dengan kalimat beraroma relegi, “Tulislah semua rencanamu dengan pensil, dan berikan penghapusan kepada Tuhan, karena tidak semua rencanamu baik di mata Tuhan, tapi rencana Tuan pasti akan indah pada waktunya”, lontarnya.
Pantauan awak media, para Kepala Desa terkesimak mendengarkan kalimat-kalimat tersebut dan seolah-olah mendapati sesuatu hal yang baru atas penyampaian Kombes. Pol. Deddy Foury Millewa. Guyonan dan bahasa Kapolresta yang terasa kental sekali keakrabannya itu, juga membuat para Kepala Desa lepas tanpa sungkan-sungkan menyampaikan usulan atau aspirasi kepada Kapolresta Banyuwangi ketika siesen tanya jawab dibuka oleh pemandu acara.
Beberapa Kepala Desa diantaranya Maskur (Kepala Desa Jambewangi) dan Misdi (Kepala Desa Tlemung), hampir serupa usulannya yaitu menyampaikan soal adanya penangkapan warga oleh Polisi yang tidak diketahui oleh keluarga dan tanpa ada komunikasi dengan aparat setempat (RT, RW), Nurhadi (Kepala Desa Wringin Putih), menyampaikan soal maraknya peredaran dan penjualan Minuman Keras (Miras). Sementara Haidir (Kepala Desa Gladag) tanpa aling-aling dalam penyampaiannya mengaku sangat nyaman ngobrol dengan Kapolresta Banyuwangi. Kata Haidir, cara komunikasi Kapolresta tidak lagi membuat canggung Kepala Desa bila berhadapan dengan Polisi. Bahkan Haidir ibaratkan Kapolresta Banyuwangi Kombes. Pol. Deddy Foury Millewa tidak hanya sebagai seorang pejabat melainkan sebagai seorang bapak bagi Kepala Desa.
Merespon dan usulan/aspirasi dari Kepala Desa, Kombes. Pol. Deddy dengan senang hati menanggapinya meski ada beberapa koreksi pada institusinya. Justru dengan adanya silaturrahmi dan bertemu dengan masyarakat, menurut Kapolresta mendukung kinerja Polisi ke depan jadi lebih baik masyarakat puas. (r35).