Masyarakat Wijenan Lor Istiqomah Santuni Anak Yatim & Duafa Tiap Bulan Muharam

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI –Tiap pergantian Tahun Baru Islam tepatnya di bulan Muharam ummat muslim di berbagai daerah dipastikan mengadakan kegiatan pemberian santunan kepada Anak Yatim. Demi memulyakan Anak Yatim yang menurut ajaran islam adalah kesayangan Nabi Muhammad Saw, ummat muslim menyisihkan sebagian rejekinya agar bisa membuat Anak Yatim tersenyum.

Begitu pula masyarakat muslim Dusun Wijenan Lor Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, istiqomah setiap bulan Muharam adakan kegiatan pemberian santunan kepada Anak Yatim. Tak hanya itu, kau duafa pun diberi santunan oleh masyarakat Dusun Wijenan Lor.

Seperti yang terpantau media Minggu malam Senin 7 Agustus 2022 atau tepatnya malam 10 Muharam 1444 H, masyarakat Wijenan Lor yang dimotori oleh Remaja Masjid Baiturrohman, mampu menyantuni Anak Yatim dan kaum Duafa. Hadir dalam acara santunan yang digelar di Masjid Baiturrohman Dusun Wijenan Lor Kepala Desa Singolatren. Dan sebagai penceramah rohani dihadirkan Ustad Mustofa dari Kaliweni Desa Sumnerbaru.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dusun Wijenan Lor Sulaimi, kali ini dana murni dari masyarakat sebesar Rp. 10.800.000 (Sepuluh Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah). Disampaikan pula bahwa masyarakat Dusun Wijenan Lor selama melaksanakan kegiatan pemberian santunan untuk Anak Yatim tidak pernah melakukan penggalian dana ke luar Dusun/Desa lain.

Ustad Mangsur selaku Ketua Takmir mengapesiasi kinerja Remaja Masjid binaannya, dan memyampaikam terima kasih kepada masyarakat Dusun Wijenan Lor yang maaih istiqomah memberikan santunan kepada Anak Yatim. Ustad Mangsur juga mengajak masyarakat juga istiqomah dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Swt terutama dalam hal sholat berjama’ah di Masjid.

Apandi selaku Kepala Desa juga mengapresiasi atas semangat dan kekompakan masyarakat Dusun Wijenan Lor dalam hal memuliyakan Anak Yatim dan kaum Duafa. Kades Apandi juga tidak menyangka warga Dusun Wijenan Lor yang secara ekonomi tidak menonjol namun bisa mengumpulkan dana sebesar 10 juta lebih demi menyenagkan Anak Yatim dan Duafa. Kades Apandi berharap semoga di tahun berikutnya masyarakat Dusun Wijenan Lor bisa lebih banyak lagi menyantuni Anak Yatim dan Duafa.

Sementara Ustad Mustofa dalam tauziahnya menyampaikan pemahaman betapa keutamaan bulan Muharam dan kenapa kebanyakan pemberian santunan kepada Anak Yatim kebanyakan dilakukan di bulan Muharam. Yang mana dijelaskan pula bahwa memberikan santunan pada Anak Yatim kalau bisa tidak hanya di bulan Muharam saja, melainkan kapan saja boleh dilakukan dan semakin lebih baik. (r35).

Pos terkait