Plengsengan Ambrol Kontruksi Bangunan Masjid Jamik Baitur Rohman Singojuruh Terancam Keselamatannya

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Warga Desa Singojuruh Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi siang hari Jumat 9/9/2022, dikejutkan oleh kejadian ambrolnya bangunan plengsengan (tebing) aliran sungai Badeng. Diketahui bersama bahwa sungai Badeng pernah catat sejarah tragedi banjir bandang yang membuat warga Desa Alasmalang jadi perhatian Nasional karena dampaknya yang luar biasa.

Pantauan media bangunan plengsengan (tebing) aliran sungai Badeng yang berada sangat dekat dengan pondasi kontruksi bangunan Masjid Jamik Baitur Rohman Singojuruh yang sedang dalam renovasi total bangunannya itu, belum lama selesai pengerjaannya. Mungkin bila tidak segera dilakukan perbaikan bisa mengancam keselamatan kontruksi bangunan Masjid.

Misnawi salah satu Tokoh Masyarakat setempat yang kebetulan selaku Staf Kecamatan Singojuruh ketika ditanya apa kira-kira penyebab ambrolnya bangunan plengsengan (tebing) sungai Badeng tersebut, mengaku tidak tahu persis apa penyebabnya. Misnawi kepada awak media Pengurus Masjid mengaku sangat khawatir dengan keselamatan kontruksi bangunan Masjid di desanya bila tidak segera dilakukan perbaikan. Terlebih aliran sungai Badeng bila curah hujan tinggi debet dan arus ainya sangat deras dan kuat,

“Tadi saya ngobrol sama Pengurus Masjid mengaku sangat khawatirkan kontruksi bangunan Maajid kalau tidal segera dilakukan perbaikan mas. Soal penyebabnya saya tidak tahu, karena tahunya sudah dalam keadaan ambrol dikabari warga mas”, tutur Misnawi dengan polosnya.

Sementara Bambang selaku Korsda Singojuruh dikonfirmasi memberikan keterangannya sudah monitor adanya insiden ambrolnya plengsengan (tebing) aliran sungai Badeng tersebut. Dan selanjutnya kata Bambang (Korsda) koordinasikan kejadian tersebut kepada pihak rekanan yang mengerjakan proyek plengsengan di wilayahnya. Yang mana kata Bambang dari pihak rekanan merespon dan mengatakan besok akan dikerjakan untuk dilakukan perbaikannya.

“Kata rekanan besok dikerjakan mas tadi sudah saya hubungi”, kata Bambang (Korsda) Pengairan Singojuruh itu.

Tak jauh beda dengan keterangan sebelumnya, Bambang mengaku tidak tahu apa penyebab ambrolnya bangunan plengsengan (tebing) aliran sungai Badeng tersebut. Hanya ketika ditanya apa karena curah hujan yang tinggi semalam di wilayah Kecamatan Singojuruh dan sekitarnya, Bambang membenarkan,

“Betul, itu urukan (tanah urug) juga dari dasar sampai atas lemah (tanah) baru semua, padahal campuran semen dan pasirnya bagus”, kata Bambang Korsda Singojuruh melalui pesan singkat seluler (WhatsApp) nya. (r35).

Pos terkait