Pemdes Singolatren Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS Pada Masyarakatnya

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Sekira 80 lebih masyarakat perwakilan dari 7 Dusun yang ada di Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi dihadirkan ke Pendopo kantor Desa Jumat 16/9/2022. Mereka sengaja diundanghadirkan oleh Pemdes Singolatren dalam rangka mengikuti kegiatan sosialisasi tentang penanggulangan HIV/AIDS.

Sebagai narasumber/pemateri sosialisasi tentang HIV/AIDS, Pemerintah Desa Singolatren datangkan petugas kesehatan dari Puskesmas Singojuruh Supriyanto, S.Kep.,Hs.,M.Kep. Hadir juga Sunaryo AP (Ketua BPD), dan Briptu Puguh Prayogo (Bhabinkamtibmas) Desa Singolatren.

Sebelum paparan oleh narasumber/pemateri disampaikan kata sambutan oleh Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, juga Kepala Desa Singolatren. Sunaryo AP selaku Ketua BPD dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan sosialisasi terkait HIV/AIDS untuk masyarakat. Sebutnya, itu adalah bentuk perhatian, kepedulian dan keprihatinan Pemerintah Desa dalam hal ini Apandi Kepala Desanya. Sunaryo pun minta kepada yang hadir untuk mengikuti sosialisasi dengan baik, karena HIV/AID salah satu penyakit yang sulit diatasi.

Briptu Puguh Prayogo selaku Bhabinkamtibmas menghimbau kepada masyarakat yang mayoritas anak-anak muda itu, agar menjauh dari pergaulan yang mengarah pada perbuatan merugikan diri sendiri. Seperti konsumsi miras dan narkoba, karena kebanyakan gara-gara konsumsi miras dan narkoba memicu adanya perilaku menyimpang, termasuk hubungan sex bebas. Tak hanya itu kata Puguh, ketertiban dan keamanan masyarakat di lingkungan kerap terganggu dengan prilaku anak muda yang suka konsumsi miras dan narkoba.

Apandi selaku Kepala Desa awali sambutannya dengan menjelaskan tentang program Pemerintah Desa termasuk salah satunya adalah sosialisasi tentang cegah HIV/AIDS. Senada dengan yang sebelumnya Kades Apandi meminta masyarakatnya jaga diri dari terjangkitnya HIV/AIDS. Apandi juga layaknya ahli medis menjelaskan beberapa hal yang bisa menyebabkan orang terkena penyakit HIV/AIDS. Kata Apandi, orang yang kena HIV maka dimungkinkan akan mengidap penyakit AIDS, gejala-gejalanya tidak tampak tetapi sistem kekebalan tubuh terus digerogoti. Disarankan kepada warganya untuk segera konsultasi ke petugas kesehatan seringan apapun penyakitnya. Jangan nunggu parah baru akan ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit.

Sekedar untuk pemahaman kepada masyarakatnya Apandi juga jelaskan penyaluran bantuan-bantuan dari Pemerintah, dengan harapan masyarakat untuk tidak berfikiran bahwa soal siapa penerima bantuan adalah sepenuhnya ditentukan oleh Pemerintah Desa. Dan kalau memang ada masyarakat yang merasa tidak menerima bantuan karena kelewatan, diminta untuk langsung hubungi dirinya di kantor desa atau di kediamannya kapanpun.

Selanjutnya tentang HIV/AIDS disampaikan oleh narasumber/pemateri dari Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Singojuruh yaitu Supriyanto, S.Kep.,Hs.,M.Kep. Dalam penyampaiannya Supriyanto mulai dari pengenalan apa itu HIV dan AIDS, seperti apa ciri-ciri penderitanya, gejala-gejalanya, dan penanganannya seperti apa. Pada kesempatan itu pula Supriyanto sampaikan bahwa terkait penanggulangan HIV/AIDS Pemerintah targetkan 3 zero, berikut penjelasan apa yang dimaksut dengan 3 zero tersebut. (r35).

Pos terkait