TUNAS MUDA DARI WONGSOREJO SIAP MENGABDI UNTUK MASYARAKAT MELALUI DEMOKRAT.

KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Moh. Kholil Arrosyid (Gus Kholil sapaannya), lahir di lingkungan pesantren, dan tumbuh di dalam pesantren.

Gus Kholil merupakan putra dari KH. Moh. Hayatul Ikhsan Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi dan Rois Syuryah PCNU Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

Beliau juga alumni dari Pondok Pesantren ternama di Jawa Timur yakni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah (PPSS) Sukorejo yang didirikan oleh tokoh mediator dibentuknya organisasi Nahdlatul Ulama (NU), yaitu KHR. As’ad Syamsul Arifin. PPSS saat ini diasuh oleh pengasuh ke empat, yakni KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy.

Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di PPSS beliau melanjutkan pendidikan Strata satu (S1) di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Saat di bangku kuliah Gus Kholil tidak pernah melewatkan kegiatan sosial dan kegiatan yang melibatkan banyak orang, sehingga beliau memilih bergabung dengan organisasi ekstra kampus yang juga banom dari NU, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) guna untuk mengembangkan soft skill di bidang sosial.

Untuk mengasah keilmuannya saat ini, Gus Kholil melanjutkan strata dua (S2) di Universitas Islam Negeri KH. Ahmad Shiddiq Jember (UINKHAS). Tentu hal ini tidak lain untuk membekali dirinya dalam bidang keilmuan.

Beliau bergabung dengan Partai Demokrat bukan suatu kebetulan, melainkan suatu hal yang beliau pilih bahwa PD merupakan Partai yang tepat bagi dirinya untuk mengabdi kepada masyarakat.

Bagi dirinya, partai Demokrat cocok dengan usianya yang terhitung sangatlah muda.

“Partai Demokrat merupakan partai Millenial, karena di dalamnya diisi oleh anak-anak muda dengan slogan “Muda Adalah Kekuatan”, Kata Gus Kholil. Senin (05/12/22).

Sehingga pria lulusan pesantren pendiri NU tersebut memantapkan dirinya untuk mencalonkan diri sebagai calon Legislatif DPRD Banyuwangi di pemilu 2024 mendatang dari partai Demokrat. (ktb).

Pos terkait