PKBM Al Fayyad Gandeng TAGANA Adakan Seminar Mitigasi Bencana

Kabaroposisi.net.|Banyuwangi – Maraknya kejadian bencana di Kabupaten Banyuwangi juga wilayah-wilayah lain di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Nampaknya menjadi sesuatu yang penting dibahas bagi keluarga besar Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Al Fayyad yang berpusat di Desa Kemiri Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.

Dalam rangka itu PKBM Al Fayyad gandeng Taruna Siaga Bencana (TAGANA) mengadakan Seminar Mitigasi Bencana angkat tema ” Partisipasi Masyarakat Dalam Edukasi Kesiapsiagaan Bencana ” Kamis 8/12/2022. Acara yang digelar di Pendopo kantor Kecamatan itu terlihat keberadaan Camat Singojuruh Drs. Bambang Santosa, MAP, Dedy Utomo, SE (Ko. TAGANA Kab. Banyuwangi) bersama rekannya Supriyadi.

Diawali dengan penyampaian laporan oleh Panitia Penyelenggara, yang mana disampaikan bahwa peserta Seminar Mitigasi Bencana adalah para Tutor, Koordinator, Tehnik, dan Warga belajar. Harapan dari digelarnya Seminar tersebut adalah mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat terkait kebencanaan dengan segala dinamikanya.

Camat Bambang Santosa sebelum membuka Seminar Mitigasi, dalam sambutannya menyampaikan memang akhir-akhir ini bencana banyak terjadi di beberapa wilayah. Maka kata Camat Bambang, sangat tepat sekali bila PKBM Al Fayyad peduli dan mengadakan kegiatan Seminar Mitigasi Bencana. Urai Camat Bambang, Kecamatan Singojuruh tidak ada hutan juga tidak ada pegunungan, yang ada adalah sungai-sungai mulai ukuran kecil, sedang, dan besar. Kalaupun mungkin terjadi dan sudah sering terjadi bencana di wilayah Kecamatan Singojuruh adalah banjir, bisa banjir biasa juga banjir bandang karena kiriman dari wilayah Kecamatan Songgon seperti yang terjadi beberapa tahun lalu di Desa Alasmalang.

Berikut terkait dengan Seminar Mitigasi Bencana, Camat ajak semuanya untuk fokus pada hal-hal yang jadi penyebab terjadinya bencana. Kalau penyebab yang karena hukum alam tentu bukan kuasa manusia, namun penyebab yang karena ulah manusia harus dilakukan upaya antisipasi. Menegaskan itu Camat Bambang menyampaikan apa yang diintruksikan Bupati, yaitu hendaknya secara bersama-sama mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Berikut pemateri dari TAGANA oleh Supriyadi dalam paparannya menyampaikan jenis-jenis bencana, ciri-ciri bencana, apa yang harus dilakukan untuk aman dari bencana, serta akibat bencana. Dijelaskan sapah satunya dampak dari bencana adalah fisik, sosial, dan lain sebagainya. Supriyadi contohkan bagaimana kalau terjadi gempa, diantaranya jangan panik, lindungi kepala, hindari jendela kaca, menjauh dari bangunan gedung tinggi dan seterusnya.

Yang lain Supriyadi memberikan pemahaman bahwa kita kalau melakukan kegiatan harus waspadai musim/cuaca dan kerawanan tempat. Namun yang paling penting kata Supriyadi adalah kesadaran diri untuk tidak berprilaku yang bisa menyebabkan bencana satu misal buang sampah sembarangan dan lain-lain yang intinya kata Supriyadi jangan perilaku hidup kita membuat alam murka tapi buatlah alam bersahabat dengan kita.

Paparan berikut disampaikan oleh pemateri Dedy Utomo (Ko. TAGANA Kab. Banyuwangi). Dedy Utomo dalam paparannya menyampaikan materi tentang Layanan Dukungan Psikososial ( LDP ). Yang mana Dedy memulai paparannya dengan memberikan pemahaman yaitu menyampaikan kategori-kategori bencana. Antara lain disebutkan ada bencana alam, ada bencana non alam, dan bencana sosial.

Lanjut Dedy, ada 5 (lima) unsur yang harus bersama-sama menangani penanggulangan bencana. Karena pada dasarnya penanggulangan bencana alam adalah kewajiban setiap warga negara Indonesia. Siapa ke 5 (lima) unsur yang dimaksut diantaranya disebutkan satu unsur akademisi, kedua unsur pemerintah, unsur pelaku usaha, unsur komunitas masyarakat, dan unsur media. Lanjut Dedy dalam paparannya kupas soal psikososial, pengertian dukungan psikososial, dampak psikososial, dampak psikososial bencana berikut reaksi-reaksi yang muncul, tujuan dukungan psikososial, tahapan-tahapan layanan dukungan psikososial dan istilah-istilah dalam Layanan Dukungan Psikososial.

Untuk pendalaman, usai paparan oleh pemateri, dibuka siesen tanya jawab kepada peserta Seminar mungkin ada hal-hal yang kurang jelas atau kurang dipahami apa yang disampaikan oleh para pemateri. (r35).

Pos terkait