AHY Sebut PK Yang Diajukan KSP Moeldoko, Erat Kaitannya Dengan Kepentingan Politik Pihak Tertentu

Kabaroposisi.net.|Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama petinggi partainya, Senin 3/4/2023, gelar konferensi Pers di Kantor DPP Pusat Partai Demokrat. Konferensi Pers digelar setelah sebelumnya diadakan Apel Pimpinan Partai dengan sebanyak 38 Ketua DPD dan 514 Ketua DPC serta 1800 anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota secara online. Hadir juga secara fisik para elit partai diantaranya Majelis Tinggi Partai, Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Mahkamah Partai, Fraksi Partai Demorat DPR RI, serta Pengurus Harian DPP Partai Demokrat.

Dalam konferensi Persnya, AHY awali dengan mengatakan sengaja mengundang rekan-rekan Jurnalis, untuk menyampaikan perkembangan situasi politik terkini utamanya soal kehidupan demokrasi. Sebulan lalu kata AHY, tepatnya tanggal 3 Maret 2023 mengaku menerima informasi. Bahwa Kepala Staf Presiden atau KSP Moeldoko dan kawan-kawan masih mencoba-coba untuk mengambil alih Partai Demokrat pasca KLB disebutnya abal-abal dan ilegal yang gagal total pada tahun 2021 yang lalu. Kali ini mereka mengajukan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA).

Berikut dijelaskan okeh AHY apa yang menjadi alasan KSP Moeldoko dkk mengajukan PK di Mahkamah Agung (MA),

“PK ini adalah upaya terakhir untuk menguji Putusan Kasasi MA yang telah diputuskan pada tanggal 29 September 2022. Alasan KSP Moeldoko mengajukan PK adalah karena ia mengklaim telah menemukan 4 novum atau bukti baru, kenyataannya bukti yang diklaim oleh KSP Moeldoko itu bukanlah bukti baru. Ke 4 novum itu telah menjadi bukti persidangan di PTUN Jakarta yang telah diputus pada tanggal 23 November 2021”, jelasnya.

Oleh sebab itu akhirnya secara resmi hari ini Tim Hukum Partai Demokrat akan mengajukan Kontra Memori atau jawaban atas pengajuan PK tersebut. AHY menyakini bahwa partainya (Demokrat) berada pada posisi yang benar. Tengok ke belakang sedikit AHY ceritakan bahwa, Pengalaman empiris menunjukkan sudah 16 kali Partai Demokrat menang atas gugatan hukum KSP Moeldoko dan kawan-kawannya. Dengan demikian dilihat dari kacamata hukum dan akal sehat, kata AHY, tidak ada satupun celah atau jalan bagi KSP Moeldoko untuk memenangkan PK tersebut.

Sambung AHY, “Namun demikian situasi hukum di negeri ini sedang mengalami pancaroba tidak menentu ada ketidakpastian hukum. Dicontohkan, baru-baru ini tiba-tiba saja Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, memutuskan agar Pemilu 2024 ditunda. Situasi hukum yang tidak menentu itu ada kemungkinan diakibatkan oleh tekanan dan kepentingan politik bagian dari elit dan penguasa di negeri ini. Apalagi kini sudah memasuki tahun politik menjelang Pemilu 2024. Tekanan dan kepentingan politik ini bahkan bukan hanya masuk dalam ranah hukum, dunia olah raga pun kena imbasnya. Sebagaimana kita ketahui penantian panjang Rakyat Indonesia ditambah masa persiapan selama 3 tahun agar Tim sepak bola Nasional bisa berlaga  di Piala Dunia U-20 hatus kandas hanya karena ada kepentingan politik pihak tertentu”.

Menurut AHY yang lebih menarik sekarang ini adalah kenapa prilaku tidak terpuji tersebut seolah dibiarkan begitu saja, padahal yang bersangkutan adalah seorang Kepala Staf Presiden Republik Indonesia. Untuk itu dilakukanlah upaya rembug dan bermusyawarah dengan seluruh Pengurus dan pimpinan Partai Demokrat baik ditingkat pusat, hingga tingkat Kabupaten/Kota untuk menyikapi perkembangan situasi politik ini.

“KSP Moeldoko mengajukan PK pada tanggal 3 Maret 2023, tepat 1 hari setelah Partai Demokrat secara resmi mengusung saudara Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden. Forum commander call, berpendapat PK ini bukan tidak mungkin erat kaitannya dengan kepentingan politik pihak tertentu. Tujuannya jelas menggagalkan pencapresan saudara Anies Baswedan, forum juga berpendapat ada upaya serius untuk membubarkan koalisi perubahan. Tentu saja salah satu caranya adalah dengan mengambil alih Partai Demokrat, karena Demokrat merupakan salah satu kekuatan dari koalisi perubahan selama ini”, ungkap Ketua Umum Partai Demokrat yang muda dan energik itu.

Setelah panjang lebar, pada bagian akhir penyampaian AHY sedikit menggetarkan Kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Karena AHY membangkitkan semangat untuk melakukan perlawanan terhadap kedholiman yang dilakukan kepada Partai Demokrat, termasuk salah satunya adalah perlawanan kepada upaya perampasan Partai Demokrat disebutnya oleh kubu Moeldoko. (r35).

Pos terkait