BANGKALAN | Kabaroposisi.net – Berbagai upaya memaksimalkan Sekolah SD/SDIT menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun Pelajaran 2023/2024 akhirnya membuahkan hasil.
Bersama Kepala SD Negeri Sepulu 2 sebagai pelaksana Program Sekolah Penggerak di Kecamatan Sepulu serta Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan menggelar sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Kecamatan setempat secara terstruktur dan terprogram.
Setelah melihat Salinan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 022/H/KR/2023 Tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka Pada tahun Pelajaran 2023/2024 dari 33 lembaga sudah masuk pada keputusan dengan kata lain bahwa di Kecamatan Sepulu untuk jenjang SD/ Sederajat sudah siap 100% melaksanakan Kurikulum Merdeka dengan katagori Mandiri Berubah.
Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan sebuah upaya untuk menerapkan kurikulum baru yang memfokuskan pada pendidikan karakter dan keterampilan praktis bagi siswa. Ini menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Maka dalam hal ini kunci keberhasilan dari penerapan kurikulum merdeka ialah Kepala Sekolah (Kepsek) , guru-guru, dan komite pembelajaran harus memiliki kemauan untuk melakukan perubahan. Kepala Sekolah harus bisa merubah Mind set Sumber Daya Manusia yang ada di sekolah untuk melakukan perubahan sehingga kurikulum merdeka dapat di terapkan.
Diungkapkan M. Fuad Lukman, S.Pd, M.Pd 100 persen lembaga SD di Kecamatan Sepulu atau 33 Lembaga dari 32 SD Negeri dan 1 lembaga SD Islam Terpadu yang berada di wilayah kerjanya sudah terdaftar di IKM.
“Sebelum memasuki tahun pelajaran 2023/2024 kami akan menggandeng Kepala Sekolah SD Negeri Sepulu 2, guru yang sudah masuk pada komite pembelajaran serta guru-guru penggerak akan memberikan banyak bekal materi yang dipaparkannya mulai dari cara membedah Capaian pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) hingga materi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5),” Pungkasnya. (Sul)
