Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Sudah menjadi kebiasaan ummat islam di bulan Muharam tepatnya pergantian Tahun Baru Islam mengadakan kegiatan menyantuni Anak Yatim. Tak hanya itu di tiap pergantian Tahun Baru Islam ada kegiatan-kegiatan lain diantaranya Selamatan atau Tasyakuran dengan cara adat masing-masing.
Tak ketinggalan masyarakat Dusun Wijenan Lor Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Sabtu 5/8/2023 (Malam Minggu) dalam rangka Tahun Barus Islam 1445 H gelar acara Sholawatan menyantuni Anak Yatim dan Duafa. Warga Dusun Wijejan Lor di lingkunga 4 RT kompak sisihkan sebagian rejekinya sehingga terkumpul dana sebesar 14 juta lebih untuk menyantuni Anak Yatim dan Duafa.
Acara resepasi dalam rangka Tahun Baru Islam 1445 H dihadiri oleh Kepala Desa Singolatren beserta jajarannya juga Ketua Ranting NU dan Banom NU Desa Singolatren. Acara yang diketuai oleh Sulaimi Kepala Dusun Wijenan Lor berlangsung meriah karena dibubuhi dengan tampilan Grup Marawis Sholawatan pimpinan Gus Hadi.
Apandi selaku Kepala Desa Singolatren, atas nama Pemerintahan Desa Singolatren menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Dusun, jajaran Takmir, Remaja Masjid dan seluruh masyarakat Wijenan Lor. Yang mana menurut Kades Apandi,
“Saya salut terhadap warga Wijenan Lor, sepanjang kegiatan menyantuni Anak Yatim dari tahun ke tahun kompak dan alhamdulillah dana yang untuk menyantuni Anak Yatim dan Duafa, cukup dari risqi warga Dusun Wijenan Lor tidak keliling minta-minta ke luar Desa bisa santuni Anak Yatim jutaan rupiah dan berbagi juga kaum Duafa juga. Saya minta pertahankan cara-cara seperti ini”, lontarnya.
Gus Hadi dalam tauziahnya menjelaskan bahwa orang yang menanggung anak Yatim di akhirat nanti akan bersamding dengan Nabi Muhammad dekatnya seperti jari tulunjuk dengan jari tangah. Menanggung anak Yatim dengan menyantuni anak Yatim berbeda. Kalau menyantuni Anak Yatim yang dilakukan setiap satu tahun sekali di bulan Muharam namanya sodaqoh. Kalau menanggung Anak Yatim peduli dan perhatian pada kebutuhan hidup anak Yatim tidak melihat waktunya. (r35).
