Puluhan Sapi Mati di Ngawi, Dinas Peternakan Sebut PMK Sebagai Penyebab Utama

Oplus_131072

Kabaroposisi.net, Ngawi – Belasan sapi dilaporkan mati di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, pada minggu ketiga Desember 2024.

Kejadian ini memicu keresahan di kalangan peternak karena penyakit yang menjadi penyebab kematian tersebut masih mengancam.

Para peternak mulai khawatir setelah beberapa sapi mereka menunjukkan gejala yang sama sebelum akhirnya mati.

Ngasiran, warga Dusun Wonokerto, RT 006 RW 001, mengungkapkan bahwa ia mengalami kerugian puluhan juta akibat kematian sapi-sapinya.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa sapi yang mati menunjukkan gejala kehilangan nafsu makan dan terlihat lesu.

“Rata-rata diawali tidak mau makan, terus nggak lama sapinya meninggal,” kata Ngasiran, Sabtu (28/12/2024).

Gejala lain yang juga menjadi salah satu ciri sebelum kematian sapi adalah terdapat busa warna putih di mulut sapi.

“Selain tidak mau makan, ada juga yang mulutnya itu berbusa putih,” lanjutnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyono, menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah penanganan di lapangan. Tim medis hewan telah dikirim untuk memeriksa kondisi ternak di wilayah terdampak.

“Sudah, kita sudah mengirim dokter hewan ke lapangan,” terang Yudo saat dikonfirmasi.

Berdasarkan analisis tim medis, kematian sapi-sapi tersebut disebabkan oleh penyakit mulut dan kuku (PMK). Pihaknya juga melakukan berbagai langkah pencegahan untuk meminimalisir penyebaran penyakit.

“Dari analisa tim medis, itu karena PMK. Jadi kita juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan dan pemberian vitamin,” jelas Yudo lebih lanjut.

Penyakit ini tidak hanya ditemukan di Kecamatan Kedunggalar, tetapi juga di tempat lain seperti kecamatan Bringin, Geneng, Gerih, dan Widodaren.

“Awalnya ditemukan di kecamatan Bringin, ada dua ekor. Kemudian ke Kecamatan Geneng dan Gerih,” pungkas Yudo.

Diperkirakan sekitar 50-60 ekor sapi telah mati akibat PMK. Pemerintah daerah mengimbau peternak untuk segera melaporkan gejala mencurigakan dan mengikuti langkah pencegahan yang dianjurkan. (RYS)

Pos terkait