Guru SMPN 3 Singojuruh, Sisihkan 2,5 % Gajinya Untuk Fasilitasi Kebutuhan Siswa-Siswinya

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Banyak cara yang dilakukan oleh satuan pendidikan agar jangan ada anak-anak yang tidak bersekolah karena keterbatasan biaya. Selain ada yang memanfaatkan anggaran dari Pemerintah juga ada yang secara sukarela guru-gurunya sisihkan rejekinya patungan untuk memfasilitasi kebutuhan siswa-siswi nya.

Salah satu satuan pendidikan yang menarik perhatian awak media untuk mengangkatnya ke publik, adalah SMPN 3 Singojuruh yang ada di Desa Gambor Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Yang mana awak media mendapati adanya papan pengumuman di pojok halaman SMPN 3 Singojuruh tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SMPB), Tahun Ajaran 2025/2026.

Beberapa poin di papan pengumuman yang menarik diantaranya ada tulisan “ANTAR JEMPUT GRATIS dan GRATIS 1 STEL SERAGAM”. Penasaran dengan hal tersebut awak media konfirmasi Kepala SMPN 3 Singojuruh Kusumastuti, M.Pd. Untuk sedikit menjelaskan yang dimaksud fasilitasi antar jemput gratis dan gratis satu stel seragam. Melalui pesan (voice note) Kasek Kusumastuti memberikan penjelasannya,

“Itu begini pak, kalau untuk antar jemput itu karena kita hanya punya satu unit mobil, maka yang kami fasilitasi antar jemput masih untuk siswa yang memang betul-betul membutuhkan, tidak mampu, tidak ada kendaraan atau tidak ada yang mengantar jemput ke sekolah. Untuk biaya operasional seperti bensin dan lain-lainnya, dari inovasi Berkat Enak dari bapak ibu guru. Kalau untuk seragam itu, semua siswa baru kami beri satu stel seragam gratis yaitu seragam batik atas bawah”, jelasnya.

Ditambahkan oleh Kasek Kusumastuti, bahwa untuk siswa yang kurang mampu bapak ibu dewan guru SMPN 3 Singojuruh benar-benar memperhatikan. Dengan maksut agar tidak ada siswa-siswinya putus sekolah karena tidak terpenuhi kebutuhan sekolahnya.

“Yang jelas untuk anak-anak yang kurang mampu itu, kami bapak ibu guru benar-benar ngopeni pak. Untuk keperluan itu semua bapak ibu guru di sekolah kami, sengaja sisihkan 2,5 % dari gajinya. Dan inovasi Berkat Enak dari guru-guru di SMPN 3 Singojuruh sudah berjalan 2 tahunan ke sekarang.”, tambahnya.

Di akhir penyampaiannya Kasek SMPN 3 Singojuruh Kusumastuti, M.Pd, tidak ragu mengatakan bahwa butuh bantuan dari siapapun yang mungkin ingin zakatkan sebagian rejekinya.

Harapannya agar bapak ibu guru SMPN 3 Singojuruh bisa lebih maksimal lagi dalam hal memberikan perhatian berkelanjutan kepada anak didiknya yang kurang mampu. Hal tersebut disampaikan karena memang jumlah guru di sekolahnya tidak banyak, sehingga perolehan jakatnya masih sedikit. (r35).

Pos terkait