Tokoh Masyarakat Raas Minta Mutasi Kawilker Pelabuhan karena Dugaan Pungli

Kabaroposisi.net|Sumenep,- Sejumlah Tokoh masyarakat serta beberapa pondok pesantren juga pemerintah desa se-kecamatan Raas kabupaten Sumenep menyatakan sikap keberatannya atas kinerja salah satu pejabat kepala wilayah kerja (Kawilker) pelabuhan Raas atas nama Wahid Hasyim Asy’ari, karena prilakunya diduga bikin resah warga di Raas, karena diduga sering melakukan pungutan-piungutan liar diluar ketentuan Regulasi yang berlaku sehingga membuat resah masyarakat setempat.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu kepala desa di kecamatan raas, beliau mengatakan, ‘kami sudah sampaikan secara lisan maupun bersurat kepada bapak camat Raas secara sejak 2 September, 2025 yang lalu, agar meneruskan pernyataan sikap kami ini, kepada instansi terkait atau pejabat yang berwenang diatasnya, agar Kawilker pelabuhan Raas atas nama Wahid Hasyim, supaya di pindah tugaskan/mutasi dari wilayah kerja pelabuhan Raas, demi menjaga kondusifitas dan serta kenyamanan Untuk masyarakat khususnya di kecamatan Raas, kabupaten Sumenep, ”ungkapnya.Jum’at 3/10/25).

Bacaan Lainnya

Dalam Surat pernyataan yang ditandatangani bersama tersebut, meminta agar Kawilker pelabuhan Raas agar segera menghilang dari pulau Raas kecamatan Raas kabupaten Sumenep. Karena dituding berbagi upaya Pungli serta diduga mengarah kepada Pemerasan.

Disisi lain, Inisial A neleyan Raas , saat di konfirmasi via WhatsApp 0823308Xxxxx, menuturkan adanya perlakuan ,yang tidak menyenangkan berupa pemalakan yang diduga dilakukan oleh Wahid Hasyim,(kawilker) pelabuhan Raas, nelayan tersebut mencerminkan keluh kesahnya kepada awak media.

Dikatakannya, saya tidak di palak mas, hanya di minta sejumlah ikan, waktu itu pada saat saya mau menjual ikan kepada pengepul, tiba tiba dia datang dan meminta itu, ya karena saya menghargai, yaa saya kasih pak, keluhnya kepada awak media.

Hasim,” selaku (Kawilker) pelabuhan Raas saat di konfirmasi via panggilan WhatsApp 083846497xxx, Hasim membantah dengan adanya tudingan dugaan pungutan liar, saya sebenarnya repot menjelaskan mas,, kepada awak media, dengan bahasa lemah lembut, yang namanya pungutan liar itu seperti apa, saya belum pernah melakukan pungutan liar selama bertugas di Raas.

Tambah hasim,” dengan adanya dugaan tersebut saya sudah melakukan klarifikasi kepada bapak camat Raas, sebenarnya ada persoalan internal kami dengan Hakam pak camat, jadi kami mohon bantuan untuk klarifikasi kepada bapak camat.

Kalau terkait pemalakan ikan terhadap nelayan, kami tidak memalak hanya meminta sewajarnya tapi tidak sering, kalau kami memaksa terhadap nelayan itu namanya pemalakan, terangnya, Hasim,( har,wi)

Pos terkait