Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –
Berlangsung kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Alasmalang Kecamatan Singojuruh, Kamis 9 Oktober 2025. Dalam rangka penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2026 dan DU-RKPDes Tahun Anggaran 2027, di Pendopo Desa.
Musrenbangdes dihadiri oleh BPD, PKK dan Kader Pos Yandu, Para Kepala Sekolah, Pengurus Koperasi Desa Merah Putih, Perwakilan Petani, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, dan semua unsur Pemerintahan Desa mulai dari Perangkat, Kepala Dusun dan Ketua RT/RW. Terlihat juga kehadiran Atim Suharyono Kasi PMK mewakili kehadiran Plt. Camat Singojuruh, Babinsa, dan Pendamping Desa.
Sambutan Kepala Desa Alasmalang
Kepala Desa Alasmalang H. Abd. Munir dalam sambutannya awali dengan mengucap syukur Alhamdulillah. Yang mana apa yang jadi visinya yaitu sertifikasi melalui PTSL sudah dipenuhi dan sudah rampung sebanyak 1650 sertifikat diterimakan kepada masyarakaatnya kemarin Rabu 8 Oktober 2025. Bila ada peluang lagi, program yang sama yaitu PTSL akan diajukan lagi, karena mungkin masih banyak warga yang belum punya bukti kepemilikan yang sah atas tanah-tanahnya.
Kades Abd. Munir urai tentang APBDes sebelumnya berikut apa saja yang sudah dikerjakan dan yang masih dalam tahap pengerjaan serta progres kegiatan ke depan. Melalui kesempatan itu Kades Abd. Munir mengajak masyarakatnya mendukung rencana pembuatan jalan tembus dari Dusun Bangunrejo menuju lingkungan Sentong. Dan juga pengadaan Tanah Makam, agar warga lingkungan Sentong tidak numpang lagi di Tanah Makam desa sebelah.
Menindak lanjuti himbauan Kapolresta Banyuwangi, Kades Alasmalang meminta kepada Kepala Dusun untuk membudayakan kegiatan Siskamling. Dengan harapan agar bisa menciptakan lingkungan dan masyarakat yang terjamin keamanan dan ketertibannya. Setidaknya bisa meminimalisir adanya konflik sosial sekecil apapun di lingkungan masing-masing.
Atim Suharyono selaku Kasi PMK tekankan masalah Perlinsos, agar warga Desa Alasmalang terutama yang kurang mampu tidak yang ketinggalan. Dijelaskannya siapapun boleh mendaftar sebagai penerima bansos melalui portal Perlinsos. Selain itu Kasi PMK singgung soal penanganan sampah, yang mana soal sampah menurutnya tingkat kesadaran masyarakat masih kurang. Disentuh pula soal ODF, jelasnya masih banyak MCK liar terlihat di beberapa tempat saluran-saluran air yang berada di jalan-jalan poros desa.
Terakhir Atim Suharyono menjelaskan soal materi bahasan pada Musrenbangdes tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini materi atau bidang yang jadi prioritas – prioritas nya 4 bidang, yaitu bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Ekonomi. Disarankan juga kepada operator desa untuk tidak lalai melakukan entri data pasca Musren.
Kepada Pemerintah Desa Atim Suharyono menyarankan, kalau bisa bangun komunikasi dengan anggota DPRD. Karena tidak semua kegiatan terkafer oleh APBDes, perlu suntikan anggaran dari luar APBDes salah satunya adalah dari Pokir-Pokir anggota Dewan. (r35).
