Bimtek Kepala Desa Ngawi 2025 Catat Kemajuan Signifikan

oplus_2

Kabaroposisi.net, SOLO – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas kepala desa se-Kabupaten Ngawi tahun 2025 berlangsung sukses. Kegiatan yang digelar dari tanggal 24 hingga 26 Oktober 2025 di Solo ini menunjukkan kemajuan pesat dibandingkan tahun sebelumnya. Kemajuan ini terlihat jelas dari sisi kuantitas kehadiran peserta dan kualitas materi yang disampaikan.

Panitia penyelenggara mencatat tingkat partisipasi dalam Bimtek ini hampir mencapai angka sempurna. Dari total 213 kepala desa yang diundang, hanya satu orang yang tidak dapat hadir. Kehadiran yang hampir 100% ini menjadi indikator awal kesuksesan penyelenggaraan kegiatan.

Andik Ari Wibowo, selaku Ketua Panitia Penyelenggara dari PWI Kabupaten Ngawi, membenarkan adanya peningkatan partisipasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadiran satu peserta pun sudah dikonfirmasi dengan alasan yang jelas. “Ada peningkatan dijumlah peserta untuk bimtek tahun ini. Hanya ada satu yang terkonfirmasi tidak hadir karena memang berhalangan,” Kata Andik Ari Wibowo ketua panitia penyelenggara dari PWI Kabupaten Ngawi.

Tidak hanya dari segi kehadiran, peningkatan kualitas juga menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Materi yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan program prioritas, baik di tingkat desa maupun nasional. Hal ini bertujuan agar kepala desa dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat secara langsung.

Andik menambahkan, upaya peningkatan kualitas dilakukan melalui penambahan dan penyesuaian materi pelatihan. Materi-materi baru yang relevan dengan program utama pemerintah sengaja disisipkan. “Dari segi kualitas kita juga tingkatkan di penambahan materi yang saat ini menjadi program-program utama desa maupun nasional,”.

Meski mencatat sejumlah kemajuan, panitia tidak berpuas diri. Evaluasi menyeluruh tetap akan dilakukan untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan. Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan tahun-tahun mendatang menjadi prioritas.

“Terlepas dari adanya peningkatan kualitas maupun kuantitas, kita tetap melakukan evaluasi untuk kegiatan berikutnya,” pungkas Andik. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk menyelenggarakan pelatihan yang lebih baik lagi di masa depan, memastikan dampak positif bagi pembangunan desa. (RYS)

Pos terkait