Probolinggo|kabaroposisi.net- Keluhan terhadap pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ar Rozy di Probolinggo semakin mengemuka. Penyebab utama dari keluhan tersebut adalah minimnya fasilitas pendukung yang tersedia, yang mengakibatkan pasien dengan kondisi tertentu seringkali harus dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih memadai.
“Situasi ini sering terjadi. Sebagai seorang dokter, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin seharusnya dapat dengan mudah menangani masalah ini,” ungkap Sulaiman, Ketua Pusat Kajian Strategis Kepentingan Nasional (Paskal), pada Kamis (20/11/2025).
Sulaiman menambahkan bahwa kurang optimalnya pelayanan di RSUD Ar Rozy berdampak besar bagi masyarakat dan kelangsungan rumah sakit itu sendiri. Jika keadaan ini terus berlanjut, Paskal khawatir warga Probolinggo akan enggan berobat di RSUD Ar Rozy dan lebih memilih rumah sakit swasta dengan fasilitas yang lebih baik dan lingkungan yang lebih nyaman.
Dugaan ini muncul karena sebelumnya penganggaran untuk pengadaan alat kesehatan penunjang operasional RSUD Ar Rozy telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun, Pemkot Probolinggo justru membatalkan realisasi tersebut dan mengalihkan anggaran untuk keperluan lain. “Daripada menghabiskan anggaran sebesar 400 juta untuk membangun tugu batas kota yang tidak jelas, seharusnya anggaran itu digunakan untuk pengadaan alat penunjang pelayanan RSUD Ar Rozy,” terang Sulaiman.
Warga yang tinggal di Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, ini berharap agar Wali Kota dr. Aminuddin dapat melaksanakan tugasnya dengan serius hingga akhir masa jabatannya, tanpa melibatkan kepentingan pribadi atau golongan tertentu. “Yang terpenting adalah tidak ada niatan untuk merugikan kedua RSUD milik Pemkot secara perlahan,” tegasnya.
Sementara itu, seorang anggota DPRD Kota Probolinggo yang meminta identitasnya dirahasiakan juga menyayangkan sikap pemerintah yang batal merealisasikan anggaran untuk pengadaan alat kesehatan di RSUD Ar Rozy. Ia menekankan bahwa alat kesehatan merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan. “Jika RSUD beroperasi dengan kondisi yang ada sekarang, sangat wajar jika pasien mengeluh,” ujarnya. Ia berharap Wali Kota Probolinggo dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. “Semoga niatnya murni untuk mengabdi, bukan untuk kepentingan tertentu,” tutupnya.
Wartawan juga mencoba menghubungi Direktur RSUD Ar Rozy, dr. Mohammad Ali Yusni, namun belum berhasil mendapatkan konfirmasi sampai berita ini diterbitkan.
Sementara itu, seorang anggota DPRD Kota Probolinggo yang meminta identitasnya dirahasiakan juga menyayangkan sikap pemerintah yang batal merealisasikan anggaran untuk pengadaan alat kesehatan di RSUD Ar Rozy. Ia menekankan bahwa alat kesehatan merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan. “Jika RSUD beroperasi dengan kondisi yang ada sekarang, sangat wajar jika pasien mengeluh,” ujarnya. Ia berharap Wali Kota Probolinggo dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. “Semoga niatnya murni untuk mengabdi, bukan untuk kepentingan tertentu,” tutupnya.
Wartawan juga mencoba menghubungi Direktur RSUD Ar Rozy, dr. Mohammad Ali Yusni, namun belum berhasil mendapatkan konfirmasi sampai berita ini diterbitkan.
