Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Mengawali masa baktinya di Kecamatan Singojuruh, Camat Iwan Yos Sugiharto memilih pendekatan persuasif dengan mengunjungi destinasi wisata kuliner populer, Pasar Wit-Witan di Desa Alasmalang Minggu, 01 Februari 2026.
Kehadiran pejabat nomor satu di Singojuruh ini disambut hangat oleh para pedagang dan pengunjung yang sedang menikmati suasana asri di bawah rimbunnya pohon mahoni.
Dalam kunjungan perdananya, Iwan Yos Sugiharto tidak canggung untuk berbaur dan mencicipi berbagai kudapan tradisional khas setempat.
Kehadiran Camat baru ini juga menjadi momentum bagi para pengelola pasar dan pelaku UMKM untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Suasana akrab terlihat saat dialog santai terjadi di sela-sela santap pagi. Camat Iwan Yos Sugiharto menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa akan menjadi prioritas utamanya demi memajukan sektor pariwisata di wilayah Singojuruh.
Sebagai penutup kunjungannya, Iwan Yos Sugiharto berharap Pasar Wit-Witan dapat menjadi ikon yang konsisten dalam mempromosikan budaya Banyuwangi. Ia berjanji akan terus mengawal pengembangan destinasi ini agar tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat luas.
”Saya sengaja memilih Pasar Wit-Witan sebagai titik awal tugas saya karena di sinilah denyut ekonomi riil masyarakat Singojuruh terlihat sangat hidup. Selain kulinernya yang luar biasa, komitmen pasar ini terhadap lingkungan dengan meminimalisir plastik sangat patut diapresiasi. Kedepannya, kita ingin memastikan akses dan fasilitas pendukung lainnya semakin nyaman bagi wisatawan agar ekonomi lokal terus bergerak naik,” ujar Camat Singojuruh, Iwan Yos Sugiharto.
Untuk memperkuat daya tarik Pasar Wit-Witan ke depannya, berikut adalah beberapa saran yang bisa dipertimbangkan:
Digitalisasi Pemasaran: Mendorong para pedagang untuk memanfaatkan media sosial (TikTok/Instagram) secara lebih masif guna menarik segmen pengunjung milenial dan Gen Z.
Peningkatan Fasilitas: Memperhatikan ketersediaan area parkir yang lebih tertata dan fasilitas sanitasi (toilet) yang bersih agar pengunjung betah berlama-lama.
Workshop UMKM: Mengadakan pelatihan berkala bagi pedagang mengenai pengemasan (packaging) yang menarik namun tetap ramah lingkungan sesuai konsep asli pasar. (r35).
