KABAROPOSISI.NET|Magetan – Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam kegiatan Goes to School di SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini dirangkai dengan penyuluhan keselamatan lalu lintas, bahaya narkoba, dan penanaman nilai kebangsaan. Kehadirannya merupakan bentuk sinergi Polri dengan dunia pendidikan sekaligus memenuhi undangan kepala sekolah. Uniknya, Kapolres juga hadir sebagai wali murid karena salah satu putranya bersekolah di sana.
Dalam amanatnya, Kapolres menekankan kebanggaan menjadi bagian dari SMAN 2 Surabaya yang dikenal melahirkan alumni berprestasi. Ia mendorong siswa untuk membarengi kebanggaan itu dengan semangat belajar. Tak lupa, ia menyoroti peran media sosial, mengimbau generasi Z menggunakannya secara bijak untuk hal positif dan pembentukan karakter, bukan malah merusak masa depan.
Gerakan Tolak Narkoba fokus prestasi, Kapolres juga mengajak seluruh peserta upacara memerangi penyalahgunaan narkoba. Ditegaskannya bahwa narkoba adalah ancaman serius yang menghambat prestasi generasi muda. “Narkoba No, Prestasi Yes. Generasi muda harus sehat, kuat, dan fokus meraih cita-cita,” tegasnya, mendorong siswa untuk menjauhi narkoba sepenuhnya.
Ajakan Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas melalui momentum Operasi Keselamatan Semeru 2026 dimanfaatkan Kapolres untuk mengingatkan pentingnya kesadaran berlalu lintas sejak dini. Ia mendorong pelajar menjadi pelopor keselamatan, baik sebagai pengendara maupun pengguna jalan, dengan mematuhi aturan dan menggunakan perlengkapan keselamatan untuk melindungi diri dan orang lain.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 2 Surabaya, Dra. Titik Hariani, M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Kapolres yang memberikan motivasi langsung. Kegiatan bertambah meriah saat Kapolres mengadakan kuis interaktif dengan hadiah cokelat, jam dinding, hingga helm keselamatan, membuat siswa antusias berebut menjawab pertanyaan.
Upacara dengan Sentuhan Keluarga dan Edukasi Kreatif
Yang menarik, upacara ini tidak hanya formal namun hangat dan personal, karena dipimpin seorang pejabat yang juga orang tua siswa, menggabungkan otoritas kepolisian dengan kehangatan peran wali murid. Penyampaian materi berat seperti bahaya narkoba dan keselamatan lalu lintas dikemas secara interaktif dengan kuis berhadiah helm, mengubah penyuluhan menjadi sesi edukatif yang disenangi siswa. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pesan preventif bisa efektif ketika disampaikan dengan kedekatan emosional dan kreativitas, bukan sekadar instruksi satu arah.(pri⁹⁹)
