Sampah Cepu Sempat Menumpuk, PANI Siap Gandeng DLH Blora Kelola dari Sumbernya

KABAROPOSISI.NET|Blora – Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Provinsi Jawa Tengah bersama PANI Kabupaten Blora melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Rabu (12/2/2026). Pertemuan tersebut membahas peran masyarakat adat dalam pengelolaan sampah serta komitmen kolaborasi lintas elemen untuk penanganan sampah yang lebih sistematis.

Ketua PANI Jawa Tengah, RB Suryono Mertakusuma, menyampaikan apresiasi kepada DLH Blora yang telah menerima audiensi tersebut. Ia menyinggung persoalan sampah di wilayah Cepu yang sempat tidak terangkut selama kurang lebih satu pekan akibat kerusakan alat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Meski kini persoalan itu telah teratasi, PANI menilai perlu ada langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang.

Bacaan Lainnya

“Atas nama PANI Provinsi Jawa Tengah, kami siap berkontribusi dalam pengelolaan sampah, dimulai dari sumbernya. Kami memiliki struktur hingga tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan, sehingga siap bermitra dengan pemangku kebijakan setempat. Kami mohon arahan terkait langkah konkret yang bisa kami lakukan,” ujar Suryono.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Bidang Sumber Daya Alam DLH Blora, Lindung, menegaskan bahwa langkah awal yang dapat dilakukan PANI adalah membangun kesadaran internal anggotanya untuk memilah sampah organik dan nonorganik.

“Sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau pupuk cair, sedangkan sampah nonorganik memiliki nilai ekonomis dan dapat dijual ke pengepul. Jika gerakan ini dimulai dari anggota PANI sendiri, dampaknya akan meluas ke masyarakat,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut, dari lima orang yang dijadwalkan hadir, tiga perwakilan PANI mengikuti pertemuan, yakni Ketua PANI Jawa Tengah RB Suryono Mertakusuma, Kuasa Hukum PANI Jawa Tengah Advokat Budi Prayitno, S.HI, serta Kepala Biro Blora PANI News Suparmin yang mewakili pengurus PANI Kabupaten Blora.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, ST., MM., menyambut baik komitmen PANI. Ia mengapresiasi langkah organisasi masyarakat adat tersebut yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

“Kami sangat mengapresiasi audiensi ini. Kehadiran PANI sebagai tokoh dan elemen masyarakat adat diharapkan mampu menjadi motor penggerak penanganan sampah langsung dari sumbernya. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini bisa berjalan konkret dan berkelanjutan demi Blora yang lebih bersih,” ungkapnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat adat dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di Kabupaten Blora. (GaS)

Pos terkait