Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Tempat Wisata di hutan Bayu yang dikenali dengan sebutan “Rowo Bayu” Desa Bayu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Konon katanya menyimpan jejak sejarah yang sangat berarti berarti bagi Kabupaten Banyuwangi.
Dikutip dari beberapa sumber hutan Bayu (Rowo Bayu) pernah jadi petilasan Prabu Tawang Alun saat memimpin Kerajaan Blambangan, yang pusat pemerintahannya di Kedawung-Rogojampi. Prabu Tawang Alun hijrah ke hutan Bayu pada tahun 1686 menghindari pecah perang saudara karena politik adu domba Belanda (VOC). Menghasut Mas Wila yang tak lain adalah adik Prabu Tawang Alun sehingga berambisi rebut tahta Kerajaan.
Mengingat jejak sejarah yang luar biasa di Desa Bayu itu, Bambang Suhendik alias Hendik Keriwul selaku tokoh masyarakat di Kecamatan Songgon. Menyayangkan, bila Pemerintah Daerah tidak memberi perhatian prioritas pada Desa Bayu. Yang disebutnya oleh Hendik punya latar belakang sejarah cikal bakal kejayaan Kabupaten Banyuwangi seperti sekarang ini.
Dipaparkan oleh Hendik Keriwul, bahwa tempat wisata bersejarah “Rowo Bayu” berangsur-angsur pengunjung mulai banyak berdatangan. Terlebih sebentar lagi lebaran, dimungkinkan akan mengalami kenaikan jumlah pengunjung yang ingin ke “Rowo Bayu”. Dengan demikian kata Hendik Keriwul, akan berdampak pula pada pemberdayaan masyarakat melalui UMKM. Tapi keluhnya, bagaimana dengan kondisi jembatan yang rusak dan nyaris membuat jalan putus total itu.
“Saya mohon dengan hormat kepada Pemerintah Daerah Dinas terkait, untuk merespon keluhan atau aspirasi masyarakat Desa Bayu yang minta dilakukan perbaikan jembatan itu”, harapnya.
Hendik juga sedikit sentil anggota DPRD Dapil : 7, agar turut memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Bayu.
“Juga kepada anggota dewan yang ada di Dapil : 7, saya berharap bisa membantu perjuangkan aspirasi masyarakat Desa Bayu. Karena diakui atau tidak masyarakat Desa Bayu telah berkontribusi mengantarkannya ke kursi dewan, berikan kepercayaan keterwakilannya di gedung parlemen”, sentil dan pungkasnya. (r35).
