Tak Kunjung Ada Perbaikan Jalan, Warga Bayu Kecewa Kerja Bhakti Tambal Jalan Berlubang Iuran

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Ibarat pribahasa “sudah jatuh ketimpa tangga pula”, itulah kira-kira yang dialami warga Dusun Sambungrejo Desa Bayu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Betapa tidak, selain jembatan penghubung akses utama perekonomian masyarakat yang ambrol belum juga ada tanda-tanda ada perbaikan oleh Pemerintah/Dinas terkait. Ternyata ruas jalan Kabupaten menuju tempat wisata bersejarah “Rowo Bayu” kondisinya rusak.

Mungkin karena 28 hari lagi memasuki hari raya Idul Fitri 1447 H, yang mana pergerakan masyarakat pengguna jalan akan lebih ramai dari biasanya. Demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, Kamis (Malam Jumat) 19 Februari 2026. Warga Dusun Sambungrejo kerja bhakti tambal jalan berlubang menggunakan rabat beton (cor) secara swadaya. Terlibat bersama warga Akma (Kepala Dusun), Mulyo Nugroho (Ketua PAC GRIB JAYA Songgon), Syamhan alias Sakera (Wk. GRIB JAYA Songgon).

Bacaan Lainnya

Sebagaimana disampaikan oleh Mulyo Nugroho (Ketua PAC GRIB JAYA Songgon) kepada awak media dalam konfirmasinya melalui saluran Whats-App. Kegiatan penambalan jalan berlubang menggunakan rabat beton (cor), seharusnya tidak harus dilakukan oleh masyarakat.

“Penambalan jalan berlubang dalam istilah lainnya adalah pemeliharaan jalan, seharusnya tidak oleh masyarakat. Melainkan jadi kewajiban dan tanggung jawab penyelenggara jalan, masyarakat adalah penikmat hasil pembangunan. Saya kira penyelenggara jalan di Pemkab Banyuwangi tahu dan paham betul apa yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan”, tutur Mulyo Nugroho yang juga mantan Konsultan Tehnik Sipil dan Arsitektur itu.

Lanjut Mulyo Nugroho singgung soal Desa Bayu yang disebutnya punya latarbelakang sejarah cikal bakal Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA).

“Pemkab Banyuwangi juga tahu di Desa Bayu ada tempat wisata bersejarah Rowo Bayu. Tapi kenapa kok sepertinya masyarakat dan Desa Bayu terlupakan, infrastruktur jalan rusak, dan jembatan ambrol tidak segera ada perbaikan”, imbuh Mulyo Nugroho.

Lanjut kata Mulyo Nugroho, penambalan jalan berlubang dilakukan selain karena alasan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan. Juga karena kecewa tidak ada perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten untuk melakukan perbaikan.

Syamhan yang julukannya lain adalah Sakera (Wk. PAC GRIB JAYA Songgon), ketika ditanya alasan dilakukan penambalan jalan, kepada awak media menyampaikan,

“Sebab nunggu-nunggu dari instansi pemerintah terkait tidak ada tanggapan, sampai-sampai kemarin ada ibu-ibu dan anak kecil jadi korban kecelakaan. Alami luka parah pada bagian wajah hingga patah giginya, kasihan. Ahirnya saya gerakkan remaja sekitar untuk menambal jalan dengan swadaya agar sedikit mengurangi terjadinya kecelakaan. Apalagi ini sudah bulan Romadhon lalu lebaran, jalan ini akan padat lalu-lalang kendaraan sebab merupakan akses satu satunya. Baik karena kepentingan silaturrahmi atau hendak ke tempat wisata Rowo Bayu”? geber Sakera.

Lanjut pria berjuluk Sakera itu, untuk sementara itu yang bisa dilakukan, demi antisipasi terjadinya kecelakaan. Kalau ada dana lagi akan dilanjutkan penambalan jalan berlubang terutama yang lebih parah di tanjakan. Kalau pengguna jalan tidak hati-hati pasti akan alami kecelakaan di tanjakan dan itu sering terjadi kata Syamhan alias Sakera. Sedikit disentil oleh Syamhan, katanya dari Pemerintah Desa juga tidak ada kepedulian untuk melakukan penambalan jalan.

Tokoh warga setempat Aliyanto alias Pak Supriadi dan Masmo alias Pak Lail, saat ditemui awak media menyampiakan harapannya.

“Kami masyarakat kecil pak, kepada pemerintah kami mohon, tolong jangan lupakan masyarakat Desa Bayu. Minta tolong jalan yang rusak di Dusun kami ini diperbaiki biar tidak ada kecelakaan. Kami tadi malam urunan beli semen untuk nambal jalan rusak, tapi sampek kapan kami mampu melakukan ini semua pak”, tutur Masmo dan Aliyanto dengan polosnya.

Disentil warganya bahwa Pemerintah Desa tidak peduli, Ir. Yulia Herlina (Kepala Desa Bayu) menanggapinya dengan kalimat yang cukup bijak.

“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga Dusun Sambungrejo yang melakukan penambalan jalan secara swadaya. Itu bentuk kepedulian yang luar biasa terhadap lingkungan. Namun perlu kami sampaikan bahwa jalan tersebut adalah jalan Kabupaten, sehingga kewenangan perbaikan dan penganggarannya berada di pemerintah Kabupaten, bukan di pemerintah desa”, jelasnya.

Sebagai sedikit pemahaman Kades Bayu memaparkan bahwa, untuk kondisi saat ini, Dana pada (DD) yang tinggal pada kisaran 300 jt an per tahun. Yang mana penggunaannya pun sudah diatur secara ketat oleh pemerintah pusat. Sementara prioritas alokasi DD difokuskan pada penanganan stunting, program PMT, BLT Dana Desa, serta program-program mendesak lainnya yang sifatnya wajib dan prioritas nasional.

Sehingga tegas Yulia Herlina, memang tidak tersedia alokasi untuk pembangunan infrastruktur jalan Kabupaten. Meski demikian, selaku pemerintahan desa, Kades mengaku tetap berkoordinasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak Kabupaten agar jalan tersebut bisa segera mendapatkan perhatian sesuai kewenangannya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *