Gelombang 5.000 Petani Tebu Kepung Blora, Desak Kepastian Penanganan GMM di Tengah Ketegangan Aksi Damai

KABAROPOSISI.NET|Blora – Kamis (2/4/2026) – Ribuan petani tebu dari berbagai wilayah memadati Alun-alun Blora dalam aksi damai yang sempat diwarnai ketegangan. Diperkirakan sekitar 5.000 petani hadir dengan iring-iringan 128 truk serta tiga unit dozer alat pertanian, menuntut kejelasan dan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan GMM yang hingga kini belum menemukan kepastian.

Sejak pagi, massa mulai berdatangan dan memenuhi pusat kota. Aksi yang awalnya berjalan tertib sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara petani dan aparat keamanan dari Polres Blora. Ketegangan dipicu oleh upaya pengamanan jalur dan pengaturan massa agar tidak meluas ke titik-titik strategis.

Bacaan Lainnya

Situasi kemudian berangsur kondusif setelah perwakilan pemerintah daerah turun langsung menemui massa. Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, menyampaikan apresiasi atas sikap petani yang tetap mengedepankan jalur damai, sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi terbuka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua yang telah menyampaikan aspirasi dengan damai. Peran media dan seluruh elemen masyarakat sangat penting agar informasi ini bisa tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan harapan besar terhadap keberadaan pabrik GMM bagi daerah. “Kami juga berharap pabrik GMM bisa menjadi ikon Blora, dapat segera beroperasi, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua APTRI, Anton, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tuntutan serius petani yang membutuhkan kepastian konkret dari pemerintah. Ia meminta agar petisi yang disampaikan segera diteruskan ke pemerintah pusat dan mendapatkan jawaban yang jelas.

“Kami hanya ingin penjelasan yang tegas dan solusi yang nyata. Petisi ini harus disampaikan ke pusat dan kami berharap segera ada jawaban positif. Jika tidak, petani tebu siap melanjutkan aksi ke Jakarta,” tegasnya.

Salah satu truk ikut dalam aksi damai

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi yang kuat menjadi kunci agar persoalan tidak berlarut-larut. “Kami masih siap duduk bersama, tapi harus ada hasil yang jelas dan positif,” imbuhnya.

Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan besarnya tekanan dari sektor pertanian terhadap pemerintah daerah terkait isu GMM. Para petani menegaskan akan terus mengawal perkembangan kebijakan hingga ada keputusan yang berpihak pada keberlangsungan usaha mereka.

Hingga siang hari, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif, sementara perwakilan petani dijadwalkan melakukan dialog lanjutan dengan pemerintah daerah guna mencari titik temu atas tuntutan yang disampaikan.(GaS)

Pos terkait