Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Di jalur raya Gambor Kecamatan Singojuruh, ada seorang ibu-ibu tidak dikenali indentitasnya jualan kopi tepat sekira 50 m utara SMPN 3 Singojuruh. Menurut warga setempat beberapa waktu sebelumnya, ibu-ibu si penjual kopi itu terlihat normal-normal saja. Sesekali terlihat pengguna jalan juga warga sekitar, mampir ngopi di warungnya yang sederhana.
Kejadian lain diceritakan oleh salah satu warga, bahwa ibu-ibu penjual kopi tersebut pernah juga melakukan hal yang sama pada siswa SMPN 3 Singojuruh yang kebetulan melintas di depan warungnya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kadang terlihat yang bersangkutan acung-acungkan senjata tajam (pisau) kepada warga.
Mashun Bukhori (Kepala Dusun), saat dikonformasi menyampaikan, membenarkan atas kejadian tersebut. Jelasnya, meski warganya dipukuli tanpa alasan memilih mengalah dan menghindar. Kata Mashun, warganya tidak mau main hakim sendiri, karena takut berbuntut masalah lain di belakang. Akhirnya warga sekitar mengambil langkah dengan melaporkan apa yang terjadi kepada Pemerintah Desa.
Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Desa Gambor koordinasi dengan Trantib Kecamatan Singojuruh. Sehubungan saat dilakukan penanganan dan pengendalian awal, ibu-ibu si penjual kopi yang diduga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) itu marah sembari acungkan senjata tajam kepada petugas. Maka dilakukan koordinasi dengan BKO 2 Mako Pol PP Kabupaten juga Polsek Singojuruh.
