KABAROPOSISI.NET|Magetan – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2026 terdapat lonjakan yang cukup signifikan untuk harga hewan kurban di Kabupaten Magetan Jawa Timur.
Hal tersebut diakui secara langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Magetan, Sucipto, saat melakukan kunjungan di Pasar Hewan Plaosan Magetan, Jumat (22/5/2026) pagi.
“Dari sisi pasar dan harga sendiri, lonjakan cukup signifikan dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang mana lonjakan terlihat khususnya di sistem pembelian jogrok,” jelas Sucipto, saat melakukan kunjungan bersama dengan Anggota DPRD Komisi B didampingi Kepala Disnakkan Magetan, Jumat (22/5/2026).
Sebagai informasi, Sistem Jogrok merupakan metode jual beli hewan ternak secara borongan atau borongan per-ekor tanpa melalui proses penimbangan berat (kiloan).
Menurut Sucipto, harga kenaikan terlihat dibanding biasanya, ada sekitar 30 persen kenaikan harga. Menyikapi fluktuasi ini, Sucipto menyebut bahwa pergerakan harga sepenuhnya dipengaruhi oleh hukum pasar.
“Kondisi harga saat ini sangat menguntungkan bagi para petani dan peternak lokal yang mengandalkan momentum Idul Adha Tahun 2026 ini, kemungkinan para peternak hewan meraup keuntungan yang signifikan,” imbuhnya.
Ia menilai, untuk harga sendiri tergantung permintaan, harapannya nanti untuk para pedagang yang sekarang masih proses jual beli dimohon untuk selalu mengecek kesehatan hewan dan memiliki syarat-syarat untuk berkurban.
“Kalau harga itu kan tergantung permintaan. Cukup, misalnya turun lagi. Harapan kami nanti untuk pedagang-pedagang yang sekarang kulakan ini, pertama kesehatannya dicek, keduanya juga memiliki syarat-syarat untuk kurban,” akhirnya. (pri⁹⁹)
