Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Masih dalam hitungan kurang dari satu tahunan, di Dusun Cantuk Lor Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Telah berdiri sebuah lembaga pendidikan Islam non formal yaitu “Rumah Tahfidz Baitul Qur’an”. Diketahui bahwa pendiri lembaga pendidikan Islam yang fokus aktivitasnya menghafal dan memahami nilai-nilai Al-Qur’an tersebut. Adalah Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham, Hafidz yang tak lain adalah putra dari H. Fauji pemilik Wisata Kuliner “Warung Seblang”.
Hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut diantaranya Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si, Danramil 0825/13 Singojuruh Kapten Inf. Misdari, Kepala Desa Cantuk Imam Gojali, KUA, stakeholder setempat Irwan Kuswanto (Beras Ratu Ayu), serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.Terlihat pula kehadiran Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi saat ini adalah H. Achmad Turmudzi (Gus Turmudzi) beserta sejumlah pengurus PC dan MWC NU.
Menjadi semakin terlihat keramat acara pelatakan batu pertama pembangunan Mushollah Ponpes Baitul Qur’an Al-Huda. Dihadiri oleh Undangan KH. Hisyam Syafaat, Gus Munib dari Ponpes Darussalam Blokagung, KH. Abdul Gofar, KH. Abdillah As’ad Pengasuh Ponpes Al-Azhar Muncar, dan sejumlah para tokoh ulama Kiyai Pengasuh Ponpes yang ada di Banyuwangi.
KH. Abdul Gofar atas nama keluarga besar H. Fauji menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para undangan. Sekilas diceritakan bahwa H. Fauji alhamdulillah mempunyai anak laki-laki hafad Qur’an dan menantu yang juga hafad Qur’an. Setelah keduanya pulang dari pondok mendirikan rumah tahfidz, karena santrinya semakin banyak maka ada keinginan membangun Mushollah sekaligus Pondok Pesantren ke depannya.
Disampaikan juga bahwa konsep atau denah lokasi Pondok Pesantren yang akan dibangun merujuk pada konsep Ponpes di Blokagung. Sebelah kanan Mushollah adalah kediaman Kiyainya, sebelah kiri Mushollah adalah asrama santrinya. Dan hampir semua alumni Ponpes Blokagung kalau buat Pondok Pesantren denahnya niru konsep Pondok Pesantren Blokagung, kata KH. Abdul Gofar.
Atas nama PC NU Gus Tur mengaku merasa bangga, bahwa di Desa Cantuk ada Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Huda yang kemudian dikembangkan. PC Nu berharap kepada masyarakat dan lingkungan Desa Cantuk untuk memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan Pondok Pesantren Baitul Qur’an.
Pondok Pesantren sepanjang sejarah berdirinya secara swadaya tidak membebani pemerintah. Ada yang dibantu oleh pemerintah tapi prosentasenya kecil, mayoritas swadaya murni.
“Sebenarnya sangat prihatin bila tidak ada perhatian dari pemerintah terhadap Pondok Pesantren. Sementara NU hanya memastikan bahwa tidak ada diskriminasi pendidikan termasuk di Pesantren. Janganlah pemerintah ini mendiskriminasi pendidikan termasuk juga Pesantren. Karena apapun bahwa wajah negeri ini juga tidak luput dari peran para alim ulama para Kiyai yang mendirikan Pesantren. Bayangkan saja bagaimana seandainya di Indonesia ini tidak ada Pondok Pesantren”, lontar Gus Turmudzi.
KH. Hisyam Syafaat dalam tauziah singkatnya, mengatakan bahwa keberadaan Pesantren jangan dipandang remeh. Disebutnya, kita semua bisa baca alif ba ta dan seterusnya dari pesantren, dan dalam Pesantren disebutnya merupakan hal yang unik, itulah perjuangan Rosulullah Saw. Kenapa unik lanjutnya, karena kita dapat ilmu yang bermanfaat dan Islam bisa menyebar dari Maroko sampai Meraoke, dari Kalifornia sampai Kalipahit dari Pesantren.
Dibagian akhir wejangannya Kiyai Hisyam mengatakan, kalau ada suatu hal merupakan krikil-krikil dalam suatu Pesantren. Atau kurang lebihnya yang dimaksut bila ada sebuah Pesantren bermasalah, harus dilihat dulu Pesantren yang bagaimana dan Pesantren yang seperti apa. Hendaknya tidak digeneralisir seperti garam sama asinnya. Selanjutnya Kiyai Hisyam akhiri penyampaiannya dengan doa bersama, dan setelahnya hadirin bergeser ke lokasi untuk menyaksikan prosesi peletakan batu pertama.
Pantauan media, peletakan batu pertama diawali oleh Kiyai Hisyam Syafaat, dilanjutkan oleh Kiyai-Kiyai yang lain, Camat, Danramil, Gus Munib, H. Fauji, Ustaz Beckham dan beberapa tokoh ulama yang lainnya. Rangkaian acara pelagakan batu pertama pembangunan Mushollah Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al-Huda diakhir dengan ramah tamah bersama. (r35).
