Masyarakat Desa Sumberbaru Terbantu Beban Hidupnya, Terima Bapang Melalui Bulog

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Menyusul terjadinya kenaikan harga pada beberapa jenis bahan pokok akhir-akhir ini, berdampak pada daya beli masyarakat. Dampak kenaikan harga bahan pokok mungkin tidak seberapa dirasa bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas. Namun bagi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah dampaknya betul-betul terasa.

Bagian dari solusi Pemerintah untuk mengatasi ketahanan pangan masyarakat, melalui program Bantuan Pangan (Bapang). Program tersebut bantuan yang diberikan oleh Pemerintah untuk masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program Bapang dimaksutkan untuk mengurangi beban pengeluaran KPM sekaligus sebagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan.

Bacaan Lainnya

Hari ini Kamis 11 Juni 2026 sebanyak 822 masyarakat Desa Sumberbaru Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Yang selanjutnya disebut sebagai Kelompok Penerima Manfaat (KPM), menerima penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat. KPM Bapang Desa Sumberbaru menerima bantuan berupa beras sebanyak 20 Kg dan Minya Goreng 4 Liter.

“Terima kasih kepada pemerintah, alhamdulillah hari ini saya menerima bantuan beras 20 Kg dan minyak goreng 4 Liter. Setidaknya dalam beberapa hari ke depan, saya tidak belanja beras dan minyak goreng mas”, tutur salah satu KPM.

Eko Wahyudi selaku Kepala Desa dalam keterangannya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah atas pendistribusian Bapang untuk warganya. Dengan realisasinya Bapang tersebut kata Eko Wahyudi, sedikit meringankan beban hidup warganya dalam beberapa hari ke depan.

“Saya selaku Kepala Desa mewakili masyarakat terima kasih atas turunnya bantuan pangan ini. Juga kepada petugas dari Bulog terima kasih telah dengan sabar menyalurkan bantuan ini kepada sebanyak 822 penerima manfaat, tentu cukup melelahkan. Yang jelas bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat saya, mengurangi pengeluaran dalam beberapa hari ke depan”, ungkap dan pungkas Eko Wahyudi. (r35).

Pos terkait