Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Kemacetan yang kerap melanda Pelabuhan Ketapang hingga memakan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari bagi kendaraan logistik, menjadi perhatian serius. Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyuwangi melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur guna menemukan jalan keluar yang nyata dan berkelanjutan, (Selasa, 30/6/26.)
1. Penambahan jumlah dermaga untuk menampung arus kendaraan yang terus meningkat;
2. Penggunaan kapal dengan kapasitas angkut jauh lebih besar guna mempercepat bongkar-muat kendaraan;
3. Peningkatan kapasitas dermaga ponton menjadi kelas MB agar lebih kokoh dan mampu menampung beban berat;
4. Pembangunan jembatan penghubung antara area LCM dan kawasan Bulusan untuk melancarkan alur perpindahan kendaraan.
Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Banyuwangi dari Fraksi Demokrat, Yuliawan Bambang Sukiyanto, menyambut baik langkah konkret tersebut. Ia menekankan perlunya percepatan realisasi agar segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para sopir truk logistik yang kerap terjebak antrean panjang berhari-hari.
“Kami sangat berharap usulan ini segera ditindaklanjuti. Penderitaan para sopir logistik yang harus menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari di jalanan bukan hal yang wajar. Solusi terbaik mutlak diperlukan demi kelancaran rantai pasok dan kenyamanan masyarakat Banyuwangi serta pengguna jasa lintas Jawa–Bali,” ujar Yuliawan dengan tegas.
Koordinasi ini menjadi langkah nyata menjembatani kebutuhan di lapangan dengan kebijakan di tingkat provinsi dan pusat, demi mengurai kemacetan yang selama ini menjadi titik kritis di gerbang timur Pulau Jawa. (ktb).
