Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Di beberapa wilayah di Kabupaten Banyuwangi infrastruktur jalannya mengalami rusak, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga yang parah. Ada beberapa yang sudah dilakukan perbaikan, namun ada juga yang masih belum tersentuh perbaikan.
Tak heran bila dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten Banyuwangi ada aksi warga sampaikan keluhannya melalui program Lapor Camat. Bahkan ada juga yang lakukan aksi protes dengan cara tanam pohon pisang hingga larangan melintas pada jenis kendaraan tertentu.
Apa yang dilakukan oleh warga Desa Sumberbaru Kecamatan Singojuruh, mungkin tidak jauh berbeda dengan yang lain. Menyampaikan aspirasi dengan cara halus dan cukup humanis terkait kondisi infrastruktur jalan Kabupaten di Desanya yang rusak parah. Yang mana awak media dapati sebuah banner terpasang di gerbang jalan masuk Desa bertuliskan :
“HARAP HATI-HATI, JALAN RUSAK DAN BERLUBANG, TERKHUSUS IBU HAMIL DAN ANAK SEKOLAH”
Salah satu tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebut namanya di media kepada awak media menyampaikan.
“Warga pasang benner woro-woro seperti ini, karena memang jalan di desa kami parah kerusakannya dan membahayakan bila tidak hati-hati. Sering terjadi kecelakaan tunggal karena tidak bisa menghindar batu yang berserakan juga lubang jalan. Jalan ini merupakan akses vital anak sekolah, ngeri sendiri kadang melihantnya mas”, tuturnya Jumat 10/6 2026.
Tokoh yang bisa dibilang cukup berpengetahuan itu, ketika ditanya kenapa pada benner ada tulisan “TERKHUSUS IBU HAMIL”, dijawabnya dengan santai.
“Ya kasihan saja mas kalau ibu hamil naik sepeda motor sendiri atau dibonceng jalannya rusak dan berlubang, terus terjatuh kan fatal akibatnya mas”, jawabnya.
Kepala Desa Sumberbaru Eko Wahyudi, ketika dimintai tanggapannya sehubungan ada warga pasang benner woro-woro itu. Mengaku tidak berbuat apa-apa lagi, dan soal isi tulisan pada benner ia menilai gak masalah karena mengingatkan agar hati-hati. Kata Yudi, jangankan warga luar Sumberbaru yang tidak tahu kondisi jalan, yang sudah setiap hari melintas saja ada yang alami kecelakaan.
“Saya selaku Kepala Desa sudah sering sampaikan aspirasi masyarakat terkait perbaikan jalan ke Dinas terkait termasuk melalui anggota dewan. Karena kewenangan Kepala Desa hanya sebatas mengajukan tidak bisa elsekusi, selain memang itu kewenangan Kabupaten, keuangan desa sekarang dipangkas sedemikian rupa bisa apa mas. Kalau soal benner itu kan gak masalah, mengingatkan biar pengguna jalan bisa berhati hati di jalan, karena kerusakan sudah di 98% dan sepuluh tahun lebih belum tersentuh pembaikan oleh pemerintah”, ungkapnya.
Kades Eko Wahyudi juga mengaku pernah secara khusus menemui Pimpinan DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, SH., MH. Bersama perwakilan tokoh masyarakat sampaikan aspirasi sekaligus minta solusi dan berharap pokirnya dialokasikan untuk perbaikan jalan di desanya.
Harapannya kata Kades Eko Wahyudi, semoga koordinasinya dengan Pimpinan DPRD Banyuwangi disebutnya Pak Michael, berbuah hasil.
“Alhamdulillah pada waktu saya menemui Pak Michael, beliaunya mengatakan akan diusahakan pokirnya dialokasikan untuk perbaikan jalan di Sumberbaru. Semoga saja tidak ada kendala dan berbuah hasil baik untuk masyarakat”, pungkasnya. (r35).
