Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Aspirasi masyarakat tentang kerusakan kalan Kabupaten rusak dan tak kunjung dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Dinas terkait, terus disuarakan. Ada yang menyampaikan dengan cara aksi tanam pohon pisang. Ada pula yang menutup akses jalan dengan alasan agar kerusakannya tidak semakin parah.
Perempatan perbatasan Desa Padang dengan Desa Singolatren, dulu lebih dikenal dengan sebutan jalur Gaza. Karena ada peristiwa bentrok besar-besaran antara masyarakat Desa Padang dengan masyarakat Desa Singolatren. Sehingga pada momen-momen tertentu perempatan perbatasan ke dua Desa itu, harus dibuat Posko penjagaan gabungan.
Namun setelah sekian lama peristiwa serupa tidak terjadi lagi, akhirnya perempatan perbatasan antara Desa Padang dan Desa Singolatren itu. Tidak lagi bersebutan jalur Gaza, dengan inisiatif Forpimka melibatkan ke dua Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat. Dirubah sebutannya menjadi jalur UMKM, yang mana area di sekitar perempatan tersebut sekarang jadi pusat kegiatan UMKM.
“Kalau hujan ada air dan lumpurnya di jalan susah pak, pengunjungnya kurang. Kadang bila ada kendaraan lewat di genangan air, lapak kami juga pengunjung kecipratan air keruh yang ada lumpurnya pak. Ini sudah beberapa hari hujan, pengunjung mulai sepi lagi dari pagi sampai malam”, tutur salah satu pelapak UMKM Sabtu 25 Juli 2026.
Kabarnya masalah permohonan perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Singojuruh sudah disampaikan melalui program “Lapor Camat”. Dan Camat pun sudah meneruskan laporan masyarakat ke pihak Dinas terkait. Sayangnya hingga dilansirnya berita ini, belum terlihat ada tanda-tanda keluhan masyarakat melalui program “Lapor Camat” itu, ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Dinas terkait.
Pantauan media, jalan Kabupaten akses vital masyarakat dan anak sekolah yang dari arah patung singa pertigaan Desa Singolatren. Menuju fasilitas pendidikan dan kantor-kantor pelayanan masyarakat di Kecamatan Singojuruh, ada beberapa titik ruas jalan yang rusak. Pasalnya soal perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Singojuruh berada diantara sedang nunggu giliran atau menunggu keajaiban. (r35).
