Semarak Polres Tulungagung Cup 2026, Lomba Seni Cethe Perkuat Pelestarian Budaya dan Kerukunan Warga Ngunut

KABAROPOSISI.NET|Blora — Suasana meriah dan penuh keakraban mewarnai halaman Mapolsek Ngunut, Polres Tulungagung, pada Rabu (16/09/2026). Polsek Ngunut jajaran Polres Tulungagung sukses menggelar ajang bertajuk “Lomba Seni Cethe Polres Tulungagung Cup 2026”.

Kegiatan yang sarat akan nilai budaya lokal ini diikuti oleh 60 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing desa se-Kecamatan Ngunut.

Bacaan Lainnya

Acara berlangsung hangat dan dipenuhi gelak tawa serta kebersamaan masyarakat, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga jajaran kepolisian. Suasana makin syahdu dan semarak dengan alunan musik dari grup keroncong Langen asal Ngunut yang menghibur para peserta dan penonton sepanjang acara.

Dalam sambutannya, Kapolsek Ngunut Kompol Tri Nuartiko, S.H. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme seluruh pihak yang hadir.

Beliau menegaskan bahwa seni nyethe (mengukir/melukis ampas kopi pada media rokok) merupakan kearifan lokal khas dan kebanggaan Kabupaten Tulungagung.

“Seni nyethe ini adalah budaya khas yang lahir di Tulungagung. Kalaupun ada di luar daerah, itu merupakan adopsi dari tradisi kita.

Budaya ini kini telah melegenda dan menyebar ke seluruh penjuru Nusantara,” ujar Kompol Tri Nuartiko disambut tepuk tangan riuh dari peserta yang hadir.

Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa tradisi nyethe dan budaya warung kopi memiliki peran penting dalam membangun kondusivitas wilayah.

Kebiasaan berkumpul, mengobrol santai sambil menikmati alunan musik dan merokok batik terbukti mampu mempererat tali silaturahmi, mencairkan perdebatan, serta menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat secara kekeluargaan.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, perlombaan ini juga menjadi sarana mendukung perekonomian lokal dan UMKM dari l masyarakat Ngunut dan sekitarnya.

Rokok yang digunakan dalam perlombaan ini merupakan rokok lokal legal bercukai jenis SKT (Sigaret Kretek Tangan) dari wilayah Sumbergempol, yang turut berkontribusi bagi perekonomian daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor cukai.

Kapolsek menekankan bahwa inti dari kegiatan ini bukanlah sekadar mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan sebagai wadah kebersamaan dan merawat kerukunan warga demi menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kecamatan Ngunut.

Sambutan Camat Ngunut dan Pembukaan Resmi Acara

Senada dengan Kapolsek, Camat Ngunut Yudi Irwanto dalam sambutannya mengapresiasi tinggi langkah Polsek Ngunut yang menggelar kegiatan unik ini. Beliau berseloroh mengenai kebiasaan masyarakat berkumpul di warung kopi yang sudah menjadi bagian dari denyut nadi perekonomian dan interaksi sosial warga.

“Warung kopi di Tulungagung, khususnya di Ngunut ini, ibarat Bursa Efek Jakarta-nya kita. Di sana ada transaksi, obrolan bisnis, hingga diskusi sosial. Yang penting tidak ada hal-hal negatif seperti togel atau narkoba,” seloroh Camat Ngunut Yudi Irwanto yang disambut tawa hadirin.

Beliau menegaskan bahwa tradisi nyethe merupakan kearifan lokal yang wajib dijaga keunikannya. Selain menyemarakkan peringatan HUT RI, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan silaturahmi antar warga.

“Kearifan lokal seperti nyethe ini membawa keunikan tersendiri. Di dalamnya terdapat nilai-nilai persaudaraan dan silaturahmi yang kuat. Tugas kita bersama untuk merawat persatuan dan kesatuan wilayah kita,” tegas Camat Ngunut sebelum menutup sambutannya dengan seruan “Merdeka!”.

Acara Lomba Seni Cethe Polres Tulungagung Cup 2026 tersebut kemudian resmi dibuka secara penuh khidmat oleh Camat Ngunut dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, ditandai dengan dimulainya perlombaan seni ukir ampas kopi oleh para peserta.

(Hanik)

Pos terkait