Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Musyawarah untuk menentukan apakah kegiatan Karnaval Horeg komunitas Pemuda TBK Bersatu Desa/Kecamatan Singojuruh jadi digelar atau tidak. Berlangsung di pendopo Kecamatan Singojuruh Jumat 18 September 2026, setelah pada musyawarah sebelumnya tejadi chaos tanpa kesepakatan.
Musyawarah yang diinisasi Forpimka Singojuruh itu, sebagai upaya mencari solusi. Bagaimana hajatan TBK Bersatu Karnaval Horeg. berjalan namun juga tidak mengkesampingkan proses hukum yang sudah berjalan. Karena sesungguhnya insiden dugaan tindak pidana kekerasan adalah persoalan pribadi antar oknum warga bukan masyarakat antar dusun.
Jalannya musyawarah dipimpin langsung oleh Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si. Didampingi Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH, dari Koramil 0825/13 Singojuruh diwakili oleh Pelda Pipik Supriyadi, dan unsur Pemerintah Desa yaitu Habiby selaku Sekdes Singojuruh.
Camat Iwan Yos dalam sambutan pembukanya, berharap musyawarah kali ini berjalan dengan baik. Bisa berbuah kesepakan sebagaimana diharapkan bersama.
“Semua yang hadir dalam musyawarah ini hendaknya bisa saling menghormati. Hati boleh panas, tapi kepala harus tetap dingin biar apa yang disampaikan terarah dan jelas maksutnya”, pesannya.
Jangan sampai gagal tanpa solusi karena terjadi chaos seperti musyawarah sebelumnya. Karena Karnaval Horeg digagas oleh komunitas TBK Bersatu, Camat minta agar sebutan TBK Bersatu tidak hanya sekedar jargon. Tapi harus bisa membuktikan bahwa TBK Bersatu adalah pelopor pemersatu di tiga dusun Pasinan Timur, Pasinan Barat, dan Kunir.
“Saya berharap mari kedepankan kerukunan dan budaya gotong – royong. Karena permasalahan sebesar apapun bisa diselesaikan dengan baik dan ringan bila dilakukan secara bersama-sama”, kata Camat.
Berikut Kapolsek singgung soal musyawarah sebelumnya yang tidak ada kata sepakat bahkan nyaris terjadi chaos. Itu terjadi kata Kapolsek, karena kejadian penganiayaan ditarik-tarik dan dikaitkan dengan kegiatan Horeg. Padahal itu permasalahan yang berbeda dan sudah dalam penanganan Polisi.
“Oleh karena itu tadi hasil koordinasi dengan Pak Camat juga dari Koramil. Diambil keputusan kasus penganiayaan dipisahkan dengan kegiatan Horeg ini. Kalau memang ingin kegiatan Horeg tetap berjalan, Monggo. Kalau tidak dilaksanakan ya gak masalah karena kami hanya sebatas melayani apa ya diinginkan masyarakat. Soal kasus penganiayaan biar berjalan sebagaimana mestinya, kalau ada yang berupaya untuk melakukan restoratif justice dan mediasi kami masih membuka ruang”, ungkapnya.
Selanjutnya Kapolsek menghimbau, kalau kegiatan Karnaval Horeg ingin tetap dilaksanakan. Maka Kapolsek minta ada sebuah kesepakatan yang harus dibuat oleh Panitia juga peserta. Diantaranya pertama, sepakat menjaga keamanan,ketertiban, dan kondusifitas. Ke dua, tidak mangait-ngaitkan kegiatan Horeg dengan kejadian kasus penganiayaan. Ke tiga, dipastikan bahwa kegiatan Horeg ini tidak ada muatan politik, tapi murni kegiatan masyarakat. Ke empat, panitia dan peserta bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan Horeg ini.
Pelda Pipik Supriyadi, dalam sambutan mewakili Danramil. Beliau berpesan terkait permasalahan ini, bahwa Koramil berdiri di tengah-tengah tidak memihak kelompok manapun. Selanjutnya terkait masalah kegiatan Karnaval Horeg, Pelda Pipik minta hari ini bisa selesai. Dan tentunya bisa tetap dengan dukungan tokoh dan masyarakat. Terkait konflik yang kemarin tidak melebar ke mana-mana dan tidak dikaitkan dengan agenda kegiatan yang sudah matang direncanakan.
Sekdes mengklarifikasi dan meluruskan informasi tidak segar di luaran. Yang mengatakan Pemerintah Desa tidak memberikan ijin atau dukungan pada kegiatan masyarakat.
“Saya ingin meluruskan informasi yang beredar di luaran sana, yang mengatakan bahwa pemerintah desa tidak mengijinkan dan tidak mendukung kegiatan masyarakat. Itu tidak benar, selama ini pemerintah desa selalu terbuka dan setiap kegiatan masyarakat kami dukung dan kami layani apa yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut”, klarifikasinya.
Sekdes minta untuk dilakukan evaluasi keberadaan TBK, yaitu dibuat struktural. Sehingga ketika ada masalah ada yang bertanggung jawab. Dan TBK ke depan tidak hanya ada saat mau ada kegiatan euvoria, bisa bergerak dan dimanfaatkan untuk kegiatan bidang sosial kemasyarakatan. Sehingga keberadaan TBK betul-betul membawa manfaat untuk masyarakat
Sementara Abdul Konik selaku Ketua Panitia kegiatan Karnaval Horeg TBK Bersatu. Menyampaikan ucapan terima kasih atas kebijakan Forpimka, terutama Kapolsek Singojuruh. Yang telah memberikan solusi bagaimana kegiatan bisa berjalan. Semacam mengklarifikasi pula, Abdul Konik menegaskan bahwa kegiatan Karnaval Koreg TBK Bersatu tidak ada muatan politik.
Selanjutnya Abdul Konik menyampaikan tata-tertib yang harus dipatuhi oleh peserta dalam kegiatan Karnaval Horeg. Mulai dari soal pengaturan volume audio, perfome, dan larangan adanya miras serta senjata tajam. (r35).
