Gelorakan Semangat Kebangsaan, Plt. Bupati Tulungagung Hadiri Mahakarya Wayang Kulit di Tanggunggunung

KABAROPOSISI.NET|Tulungagung – Malam penuh magis menyelimuti Lapangan Kecamatan Tanggunggunung, Sabtu 24 Oktober 2026 malam. Di tengah udara malam yang syahdu, denyut budaya tradisional berpadu harmonis merayakan tonggak sejarah penting daerah.

Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., secara resmi menabuh genderang dimulainya pagelaran wayang kulit kolosal sebagai rangkaian utama perayaan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung.

Bacaan Lainnya

Lakon legendaris Gathutkoco Winisudho dipilih untuk memompa semangat kebangsaan dan refleksi kepemimpinan masyarakat. Lakon ini mengisahkan detik-detik penobatan Raden Gatotkaca sebagai penguasa di Kerajaan Pringgondani, sebuah kisah sarat makna tentang beratnya memikul amanah, ketulusan tanggung jawab, serta pengorbanan tanpa pamrih demi membela kebenaran.

Di hadapan ratusan warga yang memadati area lapangan, Bupati Ahmad Baharudin menekankan bahwa gelaran wayang kulit ini jauh melampaui fungsi hiburan semata.

Tradisi ini merupakan manifestasi nyata warisan leluhur yang secara konsisten dihidupkan kembali di empat kawedanan setiap kali perayaan hari jadi tiba.

“Wayang kulit merupakan warisan budaya yang menjadi sumber inspirasi bagi masa depan. Menjaga dan melestikannya merupakan tanggung jawab bersama agar tetap hidup dan memberi makna bagi perjalanan kehidupan masyarakat Tulungagung,” ungkap Ahmad Baharudin di atas panggung kehormatan.

Orang nomor satu di Tulungagung itu turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, para seniman lokal, serta seluruh elemen masyarakat yang bahu-membahu menyukseskan acara tersebut.

Ia berharap momentum kebersamaan ini menjelma menjadi energi kolektif untuk mewujudkan Tulungagung yang semakin maju, harmonis, dan berkarakter luhur.

Senada dengan sang bupati, Camat Tanggunggunung, Deddy Eka Purnama, S.STP., M.M., memaparkan bahwa filosofi kepemimpinan dalam lakon Gathutkoco Winisudho sangat relevan dengan dinamika pembangunan daerah saat ini.

Nilai-nilai keteladanan Gatotkaca diharapkan mampu meresap ke dalam sanubari masyarakat, menjadi kompas moral agar Tulungagung terus melangkah mantap menuju masa depan yang gemilang.

Kemeriahan malam itu turut dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Tulungagung, Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jajaran Forkopimcam Tanggunggunung, hingga para Kepala Desa se-Kecamatan Tanggunggunung yang tampak khidmat menikmati alunan gamelan dan jalannya cerita hingga larut malam.

(Hanik)

Pos terkait