Kabaroposisi.net (Banyuwangi)
Keseriusan Eksekutif, Legeslatif, dan yang terkait di Kabupaten Banyuwangi dalam hal pencegahan pandemic Covid-19. Terkuak pada acara Talk Show selama 1 jam bertajuk “Covid-19 Banyuwangi, Mau Dibawa Ke Mana..?”. Yang digelar di ruang rapat DPRD Kabupaten Banyuwangi bersama Jurnalis Pokja DPRD Banyuwangi Rabu 15/04/2020
Talk Show dimoderetori (Host) oleh Subharuddin Yusuf dari PWI Banyuwangi. Pantauan media Subharuddin selaku Moderator mampu membuat suasana Talk Show berjalan seru dengan tata dialogh dan olahan kata-katanya. Sehingga yang tersembunyipun akhirnya terkuat lepas dihadapan publik, beberapa pertanyaan yang dilontarkannya memaksa para narasumber menyampaikan apa adanya.
Disinggung soal penanganan pasien PDP yang meninggal di RUD Genteng, dr. Rio menanggapinya. Memang benar terjadi pasien PDP meninggal di RSUD Genteng, meskipun status PDP selama masa perawatan dirawat diruang isolasi sesuai SOP perawatan covid 19. dr. Rio mohon maaf atas kejadian itu yang seharusnya ditangani 6 orang namun hanya 2 orang yang kami kirim ngantar jenazah pasien PDP ke pemakaman.
Moderator melebar ke masalah penggunaan anggaran Covid 19 78 M yang dibelanjakan untuk sarana dan prasarana, sehingga tersisa tinggal 15 M. dr. Rio urai bahwa anggaran 78 M sebagian sudah dibelanjakan, sebagian masih berproses, dan sebagian belum termanfaatkan. Berikut dr. Rio geber juga peruntukan-peruntukannya pemenuhan sarana ruang isolasi di pendopo, kebutuhan petugas di Puskesmas, Kecamatan dan Desa. Dari anggaran bidang Kesehatan 9.03 M setelah dibelanjakan termanfaatkan sebesar 7, kosog sekian M. Kemudian untuk Kedua Rumah sakit (Genteng dan Blambangan), yaitu pemenuhan sarana ruang isolasi. Kemudian untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS).
Perwakilan dari unsur TNI dan POLRI penyampaiannya pada seputar kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama upaya pencegahan Virus Corona di Banyuwangi. Ketua asosiasi BPD Rudi Latif, mengatakan bahwa desa-desa belum siap menghadapi covid-19. Desa memerlukan relawan yang bener-bener mau menghadapi covid 19, karena minim yang mengerti tentang covid. Rudi minta kepada Gugus Tugas tim relawan di desa dibimbing dengan singkat dan terstrukur.
Ali Mahrus Wakil DPRD Banyuwangi dari Fraksi PKB dalan penyampaiannya awali dengan sampaikan 4 hal yang harus dipahami dalam proses menangani corona. Pertama adalah tahapan pencegahan kedua Penanganan, ketiga perlindungan dan yang ke empat pengendalian. Sebagai pimpinan DPR tupoksinya adalah yang melekat pada diri kami ada tiga yait pengawasan, dan Legeslasi. Kemudian terkait anggaran bahwa Pemerintah menyiapkan JPS. Sedangkan untuk Desa sesuai surat edaran Kemendes No. 8 tahun 2020, bahwa alokasi Dana Desa (DD) hanya untuk dua, pertama untuk Covid 19 dan kedua untuk Padat Trya Tunai.
Lanjut Michael mengajak semua pihak bareng-bareng baik pengusaha, Papdesi, Askab, Lsm, dan Wartawan. Bersama-sama membantu penanganan Covid-19 di Banyuwangi. Tegasnya, karena corona ini bukan hanya persoalan Pemerintah tapi persoalan kita semua. Michael juga menghimbau kepada pengusaha-pengusaha untuk turun membantu rakyat dampak virus corona.
Acara Talk Show pun diakhiri dengan penanda tanganan bersama pernyataan melawan Covid-19 oleh para pihak terkait. (ktb).
