KABAROPOSISI.NET.| BANYUWANGI –Pada tahun 2020, tepatnya tanggal 9 September Kabupaten Banyuwangi melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2021 – 2025. KPU Banyuwangi sebagai penyelenggara juga telah melakukan persiapan.
Kedatangan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo beserta rombongan di Pendopo Shaba Swagata Blambangan disambut dengan seni tari Gandrung Banyuwangi. Sebelum pelaksanaan simulasi Sispamkota, terlebih dahulu Wakapolda Jatim menyerahkan bantuan sosial Polda Jatim kepada Pondok Pesantren Darussalam Blokagung berupa 1 Ton Beras dibarengi dengan pemberian bantuan kepada beberapa anak Yatim.
Dalam skenario, di simulasikan ada satu kelompok pendukung pasangan Calon yang tidak terima dengan hasil penghitungan suara dan melakukan unjuk rasa ke Kantor Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi.
Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo menuturkan pada saat simulasi, “bahwa Pilkada tahun ini dipersiapkan mulai tahapan pada saat pemungutan, hingga pasca pemungutan surat suara. Dan yang lebih penting lagi yakni Pilkada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Semua wajib mentaati protokol kesehatan mulai dari tahapan demi tahapan itu yang utama karena pihak keamanan, pihak peyelenggara wajib ada medisnya,” tutur Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo.
Saat ditanya oleh awak media terkait potensi kerawanan apa yang sudah dipetakan di Jatim menghadapi Pilkada. Wakapolda Jatim Slamet menyampaikan, “Alhamdulillah sementara untuk Banyuwangi JawaTimur dalam situasi yang kondusip. Dan ini menjadi tugas dan tanggung jawab aparat keamanan didalam memetakan itu. Dan kita tentunya menghimbau pada masyarakat seperti yang saya katakan tadi,” imbuhnya.
Selama pelaksanaan Simulasi Sispamkota pengamanan Pilkada 2020, pantauan media berjalan dengan aman tertib dan lancar sampai akhir acara. (ktb)
