BANGKALAN | Kabaroposisi.net – Dilatar belakangi aduan masyarakat perihal pendidikan khususnya SMA dan SMK di Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur. Dewan Pendidikan (DP) kunjungi Kantor Cabang Dinas Pendidikan setempat, selasa (23/2/21) sore.
Menurutnya, agenda pertemuan tersebut, bertujuan untuk menyampaikan keluh kesah dari masyarakat serta membahas tenteng problem pendidikan tingkat SMA dan SMK di bangkalan.

Bahkan dirinya juga menyampaikan, minimnya prestasi diraih selama ini oleh lembaga pendidikan SMA maupun SMK, oleh sebab itu pihaknya berharap agar ada peningkatan serta dapat melahirkan siswa berprestasi.
“Ada sekitar 132 lembaga negeri dan swasta di Kabupaten Bangkalan, namun hanya beberapa murid saja yang berprestasi, itupun dibidang olah raga, oleh karenanya saya berharap agar ditingkatkan lagi pendidikan disini sehingga dapat lebih maju dari kabupaten yang lain,” kata H. Mustahal Rasyid, M.Pd ketua Dewan Pendidikan Bangkalan.
Mustahal sapaan akrabnya, menghimbau kepada seluruh kepala sekolah SMA maupun SMK agar transparansi dalam proses penerimaan siswa baru kepada semua pihak.
“Saya harap semuanya bisa transparan baik proses penerimaan siswa baru maupun terhadap yang lainnya. Jangan sampai yang seharusnya masuk tidak masuk. Dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi kepada masyarakat,” harapannya.
Selain itu, saat disinggung mengenai Program Indonesia Pintar (PIP) yang selama ini menjadi gejolak di Kabupaten Bangkalan.
“Kalau PIP di SMA dan SMK, itu sudah paten kewenangan Proviensi Jawa timur, jadi bukan ranah kita mas, dan kita hanya bisa memberikan masukan saja. Yang jelas kita tadi hanya menyampaikan perihal keluh kesah masyarakat dan membahasan permasalahan yang ada di SMA maupun di SMK tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Sunarto Kepala Cabang Pendidikan SMA/SMK Wilayah Kabupaten Bangkalan saat dikonfirmasi perihal Program Indonesia Pintar (PIP) mengaku belum faham mengenai tehnis realisasi program tersebut.
“Kami tidak mengerti tentang bagaimana proses pengajuan dan pencairannya. Disini hanya sifatnya menerima surat dari pusat, bahwa di Bangkalan dana PIP belum dicairkan oleh pihak lembaga sekolah,” tuturnya.
Dia menambahkan, pada tahun 2021 untuk sekolah dengan jumlah siswa dibawah 60 secara otomatis tidak akan menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Selain itu Sunarto menjelaskan, jumlah seluruh lembaga SMA dan SMK di kabupaten Bangkalan, dan minim nya jumlah siswa di lembaga SMA dan SMK khususnya di swasta rata rata siswa nya kurang dari 100 siswa.
“Jadi secara keseluruhan lembaga SMA dan SMK semuanya ada 132 Lembaga. Dan jujur saja SMA dan SMK yang swasta ini muridnya sangat minim, rata-rata dibawah 100 bahkan banyak yang muridnya di bawah 50 siswa,” ungkapnya Sunarto. (Sul)






