Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Selang beberapa waktu pasca agenda mutasi besar-besaran jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Acara Pamit Kenal pejabat setingkat Camat pun digelar di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi.
Salah satu diantaranya terpantau media hari ini Selasa 7/12/2021 acara Pamit Kenal Camat Singojuruh. Camat lama Trisetia Supriyanto, S.STP., M.Si berpamitan pindah tugas selaku Camat Muncar. Dan Drs. Bambang Santosa, M.Ap berkenalan selaku Camat Singojuruh yang baru.
Hadir dalam acara tersebut bagian dari Forpimka Kapolsek Singojuruh beserta para Kanit, Jajaran pimpinan isntansi Pemerintahan yang lain diantaranya Korwilker Satdik, Ka. PKM Singojuruh, Korsda Singojuruh, Kepala KUA Singojuruh, Kepala BPP Singojuruh, Kepala Desa se Kecamatan Singojuruh Forum Kepala Desa Singojuruh (Forkasi), beserta Istri / Ibu-ibu PKK, dan para Pendamping Desa, dan Pendamping Tenaga Sosial.
Camat lama Trisetia Supariyanto, S.STP., M.Si dalam pamitannya kepada para Kepala Instansi Pemerintahan yang hadir, Kepala Desa, Unsur TNI / POLRI, Pendamping, dan Tokoh Masyarakat. Menyampaikan terima kasih atas kerjasama, bantuan, dan kekompakannya selama ini. Camat Tri sebut semuanya adalah orang-orang hebat dalam satu Tim Work. Dalam kerjanya sebagai Tim Work tidak ada yang mengedepankan ego, hanya satu tujuan demi Singojuruh.
Camat Tri akui Kecamatan Singojuruh adalah tempat pertama kali belajar menjabat sebagai Camat. Diakuinya di Kecamatan Singojuruh banyak memperoleh pengetahuan tentang bagaimana jadi pemimpin. Sedikit gambaran tentang pengalaman dalam tugasnya, bahwa dalam tugas di lapangan tidak semua ilmu yang didapat dari sekolah bisa diterapkan. Hanya 30 % keilmuan di sekolah bisa diterapkan dalam tugas di lapangan, selebihnya 70 % adalah seni yang dibutuhkan. Alasannya karena banyak persoalan di lapangan yang harus dibijaki dan diambil tindakan menyesesuaikan dengan kondisi dan peraban wilayah. Atau yang lebih dikenal dengan istilah kearifan lokal.
Termasuk di Singojuruh butuh kata Camat Trisetia lebih banyak pakai seni agar bisa membangun komunikasi, sinergi dan kekompakan.
“Saya pertama jabat Camat di Singojuruh beberapa kali ajak rapat formal Kades satupun tidak ada yang hadir. Inilah yang saya maksut bahwa dalam tugas di lapangan kita butuh seni, Kades kalau dipaksa ikuti kemauan saya jelas gak bisa bahkan gak jalan. Satu-satunya jalan saya yang ikuti kemauan Kades yang penting program bisa jalan dan tuntas sesuai harapan”, guraunya pecah tawa hadirin.
Sehingga lanjut Camat Tri, Singojuruh dalam waktu 2 tahun kurang 3 hari itu banyak capaian yang sebelumnya belum pernah didapat. Pemasukan Pajak yang sebelumnya belum pernah ada di 5 besar, bisa bertahan 3 bulan ada diperingkat pertama. Penerapan PPKM dalam rangka cegah penularan covid-19 kompak 11 desa bergerak, soal kemiskinan, soal penekanan angka kasus covid-19, sampai yang terakhir soal percepatan vaksinasi. Singojuruh berapa waktu bertengger di pringkat pertama dan dapat penghargaan Kecamatan tercepat mencapai target 70 % dalam kegiatan vaksinasi, yang penghargaannya diterimakan kepada Camat Singojuruh yang baru.
Camat Tri berharap kepada semua yang hadir untuk mendukung kinerja Camat yang baru (Drs. Bambang Santosa, M.AP). Disambung oleh Bu Camat lama (Nur Linda) selaku Ketua PPK Kecamatan, mengucapkan terima kasih kepada semua Bu Kades dan Kader PKK. Saat sambutan Nur Linda inilah suana mendadak jadi haru ketika dibagian akhir sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas dirinya juga suaminya.
“Bapak ibu hadirin hanya satu yang terpengting saya sampaikan di kesempatan ini, karena apa yang kita lakukan akan kita pertanggung jawabkan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti. Oleh karena itu mohon bukakan pintu maaf atas salah dan khilaf saya dan suami saya selama ini”, ungkapnya sembari sedikit isak tangis sehingga spontan membuat hadirin tertunduk tahan haru yang dalam.
Sementara Camat yang baru Bambang Santosa, M.AP perkenalan diri sekadarnya karena memang dulu pernah bertugas di Kecamatan Singojuruh. Sehingga disebutlah bahwa dirinya sebagai Camat Singojuruh adalah pulang kandang. Artinya bagi Camat Bambang tidak asing dan akan mudah bangun komunikasi serta sinergi dengan semua komponen dalam tugasnya di Kecamatan Singojuruh. Adalah sebuah kebahagian bagi semua pihak di Kecamatan Singojuruh, karena Camat yang baru adalah sosok sudah sangat dikenalinya.
Mura’i Ahmad, SE., SH perwakilan dari Kepala Desa dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat jalan kepada Camat Trisetia beserta Istri. Dan ucapan selamat datang untuk Camat Singojuruh yang baru Drs. Bambang Santosa, M.AP. Sekilas Mura’i ceritakan bahwa Camat Trisetia selama menjabat di Singojuruh, pola kempimpinan lebih banyak menggunakan hati. Sehinga meski kebijakan-kebijakannya formal dan perintah, tetapi Kepala Desa menerimanya tidak diangap sebuah perintah atau beban melainkan diterima sebuah kewajiban. Masih banyak yang disampaikan oleh Mura’i Ahmad yang sesekali undang tawa karena candaannya.
Acara ditutup dengan doa diteruskan dengan ucapan selamat jalan dari hadirin kepada Camat Trisetia bersama istri dan pemberian cindera mata. Pada moment ini suasana haru kembali pecah seolah berat hati lepas kepergian Camat Trisetia beserta istrinya dari Kecamatan Singojuruh. (r35).






