MAGETAN | Kabaroposisi.net – Wilayah ujung barat Jawa Timur ini secara administratif menaungi puncak Gunung Lawu baik itu Argo Dalem maupun Argo Dumilah. Posisi seperti ini membuat Magetan memiliki keelokan pemandangan alam dengan ikon Telaga Sarangan, serta yang selama ini belum banyak terungkap bahwa banyak peninggalan bersejarah ditemukan.
Ditemukannya banyak peninggalan sejarah mulai dari jaman kerajaan Mataram Kuno, Singasari, Kediri, Majapahit maupun era Mataram Islam. Hal ini dikarenakan selain sebagai jalur kuno perlintasan antara wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu dianggap sebagai gunung suci sehingga dipandang tepat untuk didirikan bangunan baik itu candi, petirtaan, pendarmaan dan lain sebagainya sesuai kebutuhan di masa peradaban lampau.

Peninggalan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan ataupun peninggalan lain yang masih pada tahap kajian, membuktikan bahwa Magetan mempunyai akar budaya yang kuat. Alam yang indah, budaya yang kuat dengan peninggalan sejarah merupakan potensi besar dalam dengan pengembangan pariwisata yang terpadu dan berkesinambungan.
“Dengan modal besar keindahan alam, Magetan memang diarahkan sebagai Daerah Wisata. Pengembangan kepariwisataan di Magetan dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan alam serta budaya beserta tradisi, adat, kearifan lokal dan juga peninggalan sejarah yang ada di dalamnya.” Ungkap Joko Trihono Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan. Selasa (7/12/2021)
Hal ini menempatkan titik strategis Pemkab Magetan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menarik potensi kunjungan wisatawan dengan tingkat kunjungan, lama kunjungan serta frekuensi kunjungan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, mengembangkan pariwisata dilakukan secara berkelanjutan.
Kunci lain keberhasilan pariwisata adalah bagaimana Magetan mampu menampilkan keunikan, orisionalitas dan tak kalah penting adalah pertisipasi masyarakat.
“Semangat masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam mengembangkan wisata di Magetan sangat besar. Bisa kita lihat banyak bermunculan destinasi wisata sebagai pendukung Telaga Sarangan didirikan oleh penggiat wisata, masyarakat desa maupun kalangan swasta. Selain itu akan ada banyak event budaya, seni, maupun sport-tourism yang rutin digelar oleh berbagai komunitas dan menjadi penarik kunjungan ke Magetan. Hal ini memberikan kekuatan besar dalam menopang Magetan sebagai Kota Wisata”, tambah Joko Trihono.
Tak kalah dengan destinasi wisata di luar negeri, Magetan selain telah dikenal memiliki keindahan alam juga menyimpan cerita sejarah dari perjalanan budaya peradaban di tanah Jawa.
Kekuatan sektor pariwisata Magetan dengan menampilkan narasi keindahan alam, sejarah, aktivitas olahraga wisata dan tentu saja seni serta budaya merupakan sajian wisata yang lengkap dan saling melengkapi. Jika anda telah berkunjung ke destinasi wisata luar negeri yang menampilkan narasi sejarah budaya seperti di Malaka ataupun Pulau Penang di Malaysia maupun Siem Reap dengan Angkor Wat-nya di Negara Kamboja, akan sangat disayangkan jika belum berkesempatan mengunjungi Magetan, Mari berwisata ke Magetan. Kami nantikan kedatangan anda.
(Pri99)






