KABAROPOSISI.NET |MAGETAN – Lagi-lagi, salah satu megaproyek di Magetan menyisakan masalah dalam hal proses pembangunannya.
Masih hangat isu terkait kasus pembangunan megaproyek Pasar Baru Magetan belakangan ini, Kini ditambah lagi beberapa vendor/suplier menuntut pembayaran dari PT. Haidasari Lestari selaku pelaksana pembangunan Graha Literasi yang berlokasi di Kecamatan Plaosan, Magetan.
Jumlah nominal anggaran yang tidak sedikit hingga mencapai ratusan juta rupiah tersebut menjadi perbincangan dari beberapa suplier, Padahal proyek pembangunan gedung literasi diperkirakan sudah selesai 100 persen, bahkan penggunaan gedung tersebut telah di lounching beberapa waktu lalu oleh Bupati Magetan Suprawoto, Namun ternyata pembangunan gedung literasi tersebut masih menyisakan masalah.
” Saat ini kita masih dalam proses mediasi dengan pihak PT Haidasari Lestari,” ujar Sugeng Winardi salah satu suplier yang belum terbayarkan. Selasa (11/1/2022)
Dijelaskan, dari total rincian yang belum terbayar mencapai Rp. 727.597.620, 00 dari 9 vendor. Sebenarnya hari ini Selasa akan dilakukan mediasi namun pihak PT. Haidasari Lestari tidak bisa hadir, Padahal semua vendor dan Forkompimca Plaosan sudah berada di tempat bersama Kepala Dinas Arpus Suhardi.
“Kami para vendor masih berupaya untuk diselesaikan secara kekeluargaan, Namun jika nanti tidak ada titik temu dan penyelesaian akan menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku.”ungkap sugeng
Sementara itu, Suhardi Kepala Dinas Arsip dan perpustakaan Magetan mengatakan, bahwa pihaknya akan mencoba koordinasi dengan pihak PT terkait untuk mencoba mencari solusi bersama.
“Sebenarnya masalah pembayaran sudah selasai 100 persen kepada pihak pelaksana PT Haidasari Lestari, namun kami mendapat laporan dari beberapa teman-teman masih ada kewajiban dari PT haidasari yang belum terpenuhi.” ungkapnya
“Dengan hal tersebut kami akan mencoba kembali membantu koordinasi kepada PT terkait untuk mencari solusi yang terbaik.”pungkas Suhardi
(Pri⁹⁹/Dera)
