KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Tepatnya pada Hari Raya Idul Fitri 1443 H hari Ke-7 Minggu 8 Mei 2022, masyarakat muslim Dusun Wijenan Lor Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Gelar kegiatan Tradisi Relegi ” Grebek Kupat Sewu “. Acara tahunan tersebut dihadiri jajaran Forpimka Singojuruh ( Camat Drs. Bambang Santosa, Perwakilan Kapolsek Singojuruh, dan Perwailan Danramil 0825/13 Singojuruh). Tampak pula kehadiran keluarga besar MWC NU dan Ranting NU.
Kirab ( arak-arakan ) dilepas oleh Kepala Desa Singolatren ( Apandi ) sekira pukul : 15 : 00 Wib ambil star di depan Masjid Baitur Rohman. Sebelum pelepasan Apandi Kades Singolatren dengan perasaan haru tapi bangga menyampaikan apresiasi atas gagasan masyarakat Dusun Wijenan Lor yang mampu mengemas pagelaran Tradisi Grebek Kupat Sewu.
Camat Singojuruh Drs. Bambang Santosa atas nama keluarga juga jajaran Forpimka awali sambutannya dengan mnpngucapkan selamat Hari Raya mohon dan permohonan maaf kepada masyarakat. Selanjutnya tak jauh beda dengan apa yang disampaikan oleh Kades Apandi, Camat Bambang juga mengapresiasi acara Tradisi Relegi Grebek Kupat Sewu oleh masyarakat Dusun Wijenan Lor. Bahkan Camat mengakui, bahwa di Kecamatan Singojuruh satu-satunya acara Grebek Kupat Sewu dan menyedot perhatian masyarakat umum hanya di Dusun Wijenan Lor Desa Singolatren.
Berikut Camat Bambang menghimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penularan virus covid-19 karena masa pandemi masih belum berakhir, terlebih ada informasi tentang adanya wabah baru. Masyarakat diminta untuk tetap disiplin memakai masker bila sedang berada di tempat kerumunan. Camat Bambang juga katakan bahwa dengan adanya kegiatan Grebek Kupat Sewu ini, Desa Singolatren sudah menindak lanjuti program Bupati yaitu Banyuwangi Rebound.
Pada kesempatan itu pula Rudy Telok Lemak tak segan-segan singgung bahwa hendaknya tidak melupakan sejarah bahwa di Desa Singolatren pernah menjadi bagian dari kejayaan Kerajaan Blambangan, yang mana pernah ada Kraton yang dipimpin oleh Pangeran Mas Purba berjuluk Prabu Danurejo yaitu Kraton Wijenan. Oleh karena itu kegiatan Grebek Kupat Sewu digelar, meski tidak ada korelasi langsung dengan keberadaan Kraton Wijenan, setidaknya bisa jadi pijar bahwa di Desa Singolatren juga bagian dari rentetan sejarah berdirinya Kabupaten Banyuwangi. (Ktb).
